POJOKSATU.id, JAKARTA-- Gubernur Lemhannas RI, TB Ace Hasan Syadzily, mengapresiasi peran LDII dalam berbagai bidang, termasuk kebangsaan, dakwah, sosial ekonomi, serta pengembangan sumber daya manusia.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Lemhannas saat bertemu Ketua Umum DPP LDII, Kyai Chriswanto Santoso dan jajarannya, di Kantor Lemhannas, Jakarta, Senin (13/1/2025).

“Saya sangat mengenal LDII sebagai ormas Islam yang cukup solid. Alhamdulillah, LDII selama ini telah menunjukkan perannya, terutama di bidang dakwah, sosial ekonomi, dan pengembangan sumber daya manusia. Kami juga berharap kolaborasi LDII dengan berbagai pihak, termasuk Lemhannas, dapat terus diperkuat,” kata Ace Hasan.

Baca Juga: Sosok Hendrawan Ostevan Lulus Akmil 1972, Pernah Atase Militer Kedubes di AS Masa Megawati

Politikus Partai Golkar itu menuturkan, pentingnya kerja sama antara Lemhannas dan LDII dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan.

"Lemhannas berkomitmen untuk bekerja sama dengan LDII, yang menyelenggarakan Sekolah Virtual Kebangsaan,” tambahnya.

Ace Hasan juga mengajak LDII untuk berpartisipasi dalam program pendidikan yang diselenggarakan oleh Lemhannas, terutama terkait pemantapan nilai-nilai kebangsaan.

“Kami akan meminta LDII untuk mengirimkan peserta dalam pendidikan yang dilakukan oleh Lemhannas. Ini bagian dari upaya bersama untuk memperkuat pemahaman kebangsaan di tengah tantangan global,” jelasnya.

Baca Juga: Korlantas Polri Mulai Terapkan BPKB Elektronik Secara Bertahap, Jawa Jadi Prioritas Utama

Sementara itu, Kyai Chriswanto Santoso menyambut baik kerja sama itu dan menegaskan komitmen LDII untuk terus berkontribusi dalam penguatan nilai-nilai kebangsaan.

Menurutnya, pertemuan itu menjadi langkah awal untuk kolaborasi yang lebih intensif antara Lemhannas dan LDII dalam mengatasi tantangan kebangsaan di era globalisasi.

“Kami sangat mendukung upaya Lemhannas dan siap bekerja sama untuk menyelenggarakan program-program yang dapat memperkuat nilai kebangsaan di masyarakat,” tuturnya.

Chriswanto juga menegaskan, dinamika kebangsaan terus berkembang seiring dengan geopolitik global yang juga berkembang.

"Maka kita selalu perlu update tentang ancaman, tantangan, kekuatan kita di mana, dan sebagainya, untuk mendapatkan solusi terbaik dalam rangka menyiapkan generasi penerus menuju Indonesia yang jauh lebih baik, terutama untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045,” tuturnya.***