POJOKSATU.id - Kritik keras dilontarkan Mahfud MD terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan menuai sorotan publik.

Meski mengakui program tersebut baik, Mahfud menilai pelaksanaannya di lapangan masih jauh dari kata rapi.

Menurutnya, berbagai laporan dari masyarakat menunjukkan adanya persoalan serius, mulai dari distribusi makanan hingga kualitas yang diterima siswa.

Baca Juga: Iran Akui Dapat Bantuan Militer Rusia dan China saat Perang Melawan AS dan Israel di Timur Tengah

Hal itu ia sampaikan pada video podcast Terus Terang di Youtube Mahfud MD Official.

“MBG ini penting tapi tata kelolanya diatur lagi yang mengelola kadang kala omongannya retak ngawur,” ujar Mahfud, dikutip Pojoksatu.id dari YT Mahfud MD Official.

Ia mencontohkan kasus yang terjadi di Pamekasan Madura. Di sana siswa justru menerima bahan makanan mentah.

Baca Juga: 50 Ucapan Idul Fitri 2026 / 1447 H yang Menyentuh Hati, Cocok Dibagikan ke Keluarga dan Media Sosial

Termasuk ikan lele yang belum diolah, untuk konsumsi beberapa hari ke depan.

“Di Pamekasan dikirim lele mentah untuk 3 hari ke depan, padahal di sekolah gak ada kulkas,” ungkapnya.

Tak hanya itu Mahfud juga menyinggung sejumlah kasus keracunan yang sempat terjadi di beberapa daerah.

Baca Juga: 50 Ucapan Idul Fitri 2026 / 1447 H yang Menyentuh Hati, Cocok Dibagikan ke Keluarga dan Media Sosial

Namun ia menilai tidak ada penjelasan terbuka dari pihak terkait mengenai penyebab maupun tindak lanjutnya.

“Kesalahan-kesalahan yang terjadi tidak ada berita bahwa ada yang ditindak,” tegasnya.

Ia menekankan program sebesar MBG seharusnya memiliki sistem pengawasan dan evaluasi yang jelas.

Tanpa itu tujuan meningkatkan gizi justru bisa berbalik menimbulkan masalah baru di masyarakat.

Mahfud pun mengingatkan bahwa kritik bukan berarti menolak program.

Baca Juga: 50 Ucapan Idul Fitri 2026 / 1447 H yang Menyentuh Hati, Cocok Dibagikan ke Keluarga dan Media Sosial

Ia justru mendorong agar pemerintah segera membenahi tata kelola agar manfaatnya benar-benar dirasakan rakyat.***