POJOKSATU.id, BANDUNG - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ingatkan jajaran reserse siap hadapi dinamika dan Pemilu 2024.
Itu disampaikan Kapolri dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) di Bandung, Jawa Barat, Rabu (15/3/2023).
Ia menjelaskan, Rakernis itu merupakan kelanjutan dari Rapim TNI-Polri menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo dalam menghadapi perkembangan lingkungan strategis di 2023.
Karena itu, Polri harus betul-betul bisa mengawal apa yang menjadi kebijakan Presiden.
"Jajaran reserse harus memiliki kesiapan untuk menghadapi situasi dan dinamika, baik di dalam maupun luar negeri. Sebab, situasi dan kondisi yang sedang tak menentu," ujarnya.
Dari situasi ketidakpastian itu, pemerintah memang telah mengeluarkan berbagai macam program kebijakan.
BACA: Soal Putusan Penundaan Pemilu, Pengamat Hukum Ini Sebut Hakim PN Jakpus Bisa Dipidanakan
Seperti menjamin ketersediaan serta menjaga harga bahan pokok penting, penggunaan keuangan negara sebagai Shock Absorber, penguatan investasi dan hilirisasi, dan menjaga pasar domestik.
Di sisi lain, Polri juga harus mengawal berbagai macam kebijakan.
Mulai dari kegiatan event internasional yang tentunya ada beragam risiko.
"Salah satu yang paling dekat adalah kejuaraan Piala Dunia U-20 dan ASEAN Summit dilaksanakan di Labuan Bajo. Tentu ini memerlukan pengamanan ekstra," jelas Jenderal Listyo.
Sementara untuk agenda nasional, jajaran Bareskrim Polri harus bisa mempertahankan ketersediaan serta mengendalikan harga pangan melalui Satgas Pangan.
Khususnya, jelang Ramadan dan Lebaran dimana masyarakat kerap resah akan melonjaknya harga bahan pokok.
BACA: Komnas HAM Sebut Penundaan Pemilu 2024 Langgar Konstitusi Hak Warga Negara, Ini Imbasnya
Selain itu, Kapolri juga mengingatkan soal kesiapan mengamankan seluruh rangkaian proses tahapan Pemilu 2024.
Sementara, seluruh jajaran Polri harus sekuat tenaga berjuang meraih kembali tingkat kepercayaan publik terhadap Korps Bhayangkara yang sempat mencapai hasil tertinggi sepanjang sejarah.
Dengan kembali meraih tren positif tersebut, maka akan sangat berdampak terhadap Polri dalam rangka menjalankan tugas pokoknya.
Sehingga mau tidak mau, Polri harus berjuang dan dilakukan semua satuan kerja dan fungsi di kepolisian.
"Karena apapun, kepercayaan publik adalah hal yang mutlak, harga mati yang harus kita perjuangkan," tegas Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Arief/pojoksatu)




