JAKARTA, POJOKSATU.id -- Wasekjen Partai Demokrat, Jansen Sitindaon mengatakan, siapa pun yang terlibat praktik penyadapan ilegal harus dimintai pertanggungjawaban tanpa terkecuali.

Jansen meminta Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto membuka nama-nama yang disadap komplotan Listyo Sigit, Ahrie Sonta, Eko Hadi Santoso dan Slamet Uliandi.

Kasus penyadapan terhadap Presiden Prabowo yang menyeret nama eks Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (LSP) dinilai sebagai kejahatan luar biasa yang harus diusut tuntas hingga ke aktor utamanya.

“Ini kejahatan luar biasa. Mau siapapun yang terlibat harus diusut tuntas sampai ke akar-akarnya dan aktor utamanya,” ujar Jansen lewat akun X miliknya, dikutip Minggu, 8 November 2026.

Ia bahkan meminta Kapolri Komjen Suyudi Ario Seto mengumumkan ribuan nama yang diduga menjadi target penyadapan kepada publik.

Jansen menegaskan, apabila namanya termasuk dalam daftar pihak yang disadap, ia tidak akan tinggal diam.

Ia mengancam akan menempuh gugatan perdata terhadap mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (LSP) dan pihak-pihak terkait.

“Kalau sampai ada namaku, aku akan gugat perdata Pak LSP dkk. Minta ganti rugi! Enak saja kita disadap ilegal. Mau dikabulkan atau tidak oleh hakim, urusan nanti,” tegasnya.

Jansen menilai praktik penyadapan tanpa dasar hukum tidak bisa dibiarkan karena menyangkut hak privasi dan perlindungan hukum warga negara.

Lebih 6.000 Hp Disadap

Politisi sekaligus pegiat medsos Akbar Faizal mengungkap lebih 6.000-an nomor telepon (Hp) yang disadap komplotan Jenderal Listyo Sigit Prabowo (LSP).

Dari ribuan nomor ini tak satupun nomor anggota ‘geng’ Solo yang ikut dimasukkan seperti Wapres Gibran, Kaesang, Pratikno dan Bobby Nasution.

Fakta ini diungkap Akbar Faizal di podcast @akbar faizal uncensored dengan judul ‘ Clear, Ini Operasi Politik, 6000-an No Hp Tersadap Geng Listyo’ seperti dilihat Pojoksatu.id, Minggu (8/11).

“Presiden disadap. Saya baru saja mendapatkan informasi, lebih dari 6.000 nomor ikut tersadap. Mulai dari presiden, pejabat publik, bahkan petinggi Polri di bawah Polri bersama dengan istrinya, disadap,” kata Akbar Faizal di Youtube @akbar faizal uncensored miliknya.***