POJOKSATU.id - Dugaan korupsi dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menuai keprihatinan dari DPR RI. 

Persoalan ini menjadi perhatian karena pengadaan tersebut diduga berkaitan dengan dana siap pakai untuk kebencanaan, yang dibutuhkan untuk membantu masyarakat ketika menghadapi situasi darurat.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid menilai dugaan penyimpangan di tengah situasi bencana merupakan persoalan serius. 

Ia meminta aparat penegak hukum segera mengusut perkara tersebut hingga tuntas agar fakta dan pihak-pihak yang bertanggung jawab dapat terungkap.

"Sangat prihatin dalam kondisi negara sedang dilanda bencana dan rakyat susah kok ada yang memanfaatkan korupsi," kata Abdul kepada wartawan, Rabu, 14 Oktober 2026.

Ia kembali menegaskan pentingnya penuntasan perkara tersebut oleh aparat penegak hukum.

 "Saya minta APH segera usut tuntaskan kasus Korupsi nya," ujarnya.

Sorotan terhadap kasus ini tidak terlepas dari fungsi dana kebencanaan yang digunakan untuk mendukung kebutuhan penanganan keadaan darurat. 

Dalam situasi bencana, pengadaan barang dan jasa dapat menjadi bagian penting dari upaya menyediakan bantuan serta memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.

Karena itu, dugaan penyimpangan dalam proses pengadaan perlu diperiksa secara menyeluruh. 

Penegakan hukum diharapkan dapat memastikan apakah penggunaan anggaran telah sesuai aturan sekaligus mencegah terulangnya persoalan serupa.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Jabodetabek pada Selasa, 13 Oktober 2026. 

Sebanyak 14 orang diamankan, termasuk Sekretaris Utama BNPB Rustian, pejabat pembuat komitmen (PPK), serta sejumlah pihak swasta.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyebut perkara tersebut berkaitan dengan dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, termasuk pengadaan yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan.

Dalam operasi tersebut, penyidik juga menyita uang tunai sekitar Rp1,4 miliar serta sejumlah logam mulia emas. 

Emas yang diamankan disebut terdiri atas emas batangan dan tabungan emas, sementara jumlah keseluruhannya masih dalam proses penghitungan.***