POJOKSATU.id, Presiden Prabowo Subianto merancang program penyaluran dana mencapai Rp400 triliun pada 2027 yang diperuntukkan bagi petani, nelayan, serta warga di kawasan pedesaan, wilayah terpencil, dan daerah tertinggal.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, rencana tersebut diarahkan untuk memperbesar kemampuan masyarakat dalam membelanjakan uang sekaligus mendorong peningkatan literasi keuangan.

Menurut Airlangga, pemerintah menginginkan masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik dalam mengelola keuangan, disertai kemampuan finansial untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun menyisihkan uang sebagai tabungan.

"Bapak Presiden kan minta agar ujungnya masyarakat punya literasi keuangan dan punya uang untuk spending. Artinya, punya saving daripada simpanan di perbankannya masing-masing," ungkap Airlangga.

Kendati demikian, pemerintah belum menetapkan bentuk penyaluran dana tersebut.

Hingga kini, belum ada kepastian apakah anggaran itu nantinya diberikan sebagai bantuan atau disalurkan dalam bentuk pinjaman kepada masyarakat.

Airlangga menyampaikan, rencana tersebut akan memperluas dukungan pembiayaan yang selama ini disediakan pemerintah. Salah satu program yang berpotensi mendapatkan tambahan alokasi ialah Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Hingga 20 Oktober 2026, realisasi penyaluran KUR tercatat sebesar Rp257,84 triliun.

Jumlah itu setara dengan 87 persen dari total anggaran yang dialokasikan dan telah dimanfaatkan oleh sekitar 4 juta debitur.

Selain memaksimalkan program yang telah berjalan, pemerintah turut mempertimbangkan pembentukan mekanisme pembiayaan lain untuk menyalurkan dana yang direncanakan mencapai Rp400 triliun tersebut.

Airlangga menjelaskan, pembagian anggaran nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan setiap sektor.

KUR menjadi salah satu alternatif penyaluran, sementara kemungkinan skema lainnya masih akan dikaji lebih lanjut.

"Jadi, nanti kita akan menambahkan lagi dan membagi kepada sektornya masing-masing, salah satunya (ada opsi masuk ke KUR). Nanti kita lihat yang lain kita bisa tambahkan," jelasnya.

Sebelumnya, Prabowo mengumumkan rencana tersebut ketika menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan ambisinya untuk memperluas jangkauan pembiayaan kepada masyarakat yang selama ini menjadi bagian penting dalam menggerakkan perekonomian daerah, terutama mereka yang tinggal jauh dari pusat pertumbuhan ekonomi.

"Di tahun yang akan datang rencana kita, sasaran kita insya Allah terwujud, saya ingin salurkan Rp400 triliun kepada para petani, nelayan, dan mereka-mereka yang berada di pedesaan dan daerah-daerah terpencil dan tertinggal," tutur Prabowo.

Presiden menilai, penguatan akses terhadap layanan keuangan perlu dilanjutkan dengan memperbesar dukungan bagi masyarakat.

Ia juga mengapresiasi hasil program pembiayaan yang telah berjalan dan dinilai mampu menjangkau penerima manfaat dalam jumlah besar.

Prabowo menyatakan, pemerintah berencana meningkatkan skala penyaluran kredit untuk rakyat agar lebih banyak masyarakat memperoleh kesempatan mengembangkan usaha serta menjalankan aktivitas ekonomi produktif.

"Kita bangga dengan prestasi yang sudah kita capai bersama, antara lain penyaluran kredit untuk rakyat, dan kita juga akan masif lagi. Tadi saya liat penyaluran kurang lebih Rp53 triliun yang penerima manfaat adalah sekitar 2 juta warga kita," kata Prabowo.

Meski target penyaluran dana Rp400 triliun telah disampaikan, pemerintah masih perlu mematangkan teknis pelaksanaannya.

Rincian mengenai bentuk bantuan atau kredit, mekanisme distribusi, serta besaran alokasi untuk setiap sektor belum diumumkan secara terperinci.***