POJOKSATU.id, BANDUNG - Pemkot Bandung 6 tahun beruntun pertahankan penghargaan Cakupan Kesehatan Semesta atau Universal Health Coverage (UHC) di Indonesia sejak 1 Januari 2018 silam.

UHC merupakan bentuk dukungan penyelenggaraan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

“Terima kasih atas penghargaan UHC yang telah diberikan kepada Pemerintah Kota Bandung. Capaian UHC ini sudah 6 tahun berturut-turut sejak 1 Januari 2018," ungkap Wali Kota Bandung Yana Mulyana, Kamis (16/3/2023).

Salah satu dukungan program JKN adalah mendaftarkan penduduk yang iurannya dibayarkan oleh Pemkot Bandung.

Karena itu, Yana menyatakan akan terus berkomitmen mempertahankan UHC agar masyarakat Kota Bandung mendapatkan kepastian jaminan dalam mengakses pelayanan kesehatan.

Menurutnya, akses pelayanan kesehatan yang cepat, adil, dan merata, baik itu layanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif sudah menjadi hak masyarakat.

BACA: Pemkot Bandung Hadirkan One Nurse One School, Tingkatkan Kesehatan Remaja

“Kami terus mendorong berbagai pihak terkait serta seluruh SKPD dan instansi atau lembaga lainnya terus berkontribusi danberkolaborasi dalam penyelenggaraan Program JKN di Kota Bandung,” ujarnya.

Komitmen dan dukungan Pemkot Bandung dalam penyelenggaraan program JKN itu diapresiasi Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bandung, Muhammad Fakhriza.

Menurutnya, melalui UHC, Pemkot Bandung telah memberikan jaminan bagi masyarakatnya dalam mengakses pelayanan kesehatan.

"Seiring dengan pencapaian UHC, kami akan terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada peserta JKN melalui transformasi mutu layanan di fasilitas kesehatan baik tingkat primer maupun lanjutan,” ujarnya.

Ia mengatakan, BPJS Kesehatan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan melalui pemanfaatan sistem antrean online aplikasi mobile JKN, display ketersediaan tempat tidur, display jadwal operasi, dan simplifikasi alur pada layanan tertentu.

BACA: Kolam Retensi Cisanggarung Hadir Cegah Banjir di Kawasan Arcamanik

Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kepuasan peserta terhadap pelayanan kesehatan.

Untuk memperluas akses pelayanan kesehatan kepada peserta JKN, BPJS Kesehatan Cabang Bandung telah bekerja sama dengan 203 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Sntara lain 80 Puskesmas, 101 Klinik Pratama, 11 Klinik TNI/Polri, 10 Dokter Praktek Perorangan (DPP) dan 1 Dokter Gigi.

Selain itu, di fasilitas kesehatan rujukan juga telah bekerja sama dengan 48 fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut (FKRTL).

BACA: Tinjau Pasar Baru, Walikota Bandung Yana Pastikan Harga Bahan Pokok Relatif Stabil

Terdiri dari 32 rumah sakit dan 16 klinik utama, serta 5 apotek dan 7 optik.

Berdasarkan data per 1 Maret 2023, cakupan kepesertaan JKN Kota Bandung sudah lebih dari 98 persen atau sebanyak 2.488.329 jiwa penduduk sudah terdaftar sebagai peserta JKN.

Dari total tersebut, Pemkot Bandung telah mendaftarkan dan membayarkan iuran JKN bagi 616.218 jiwa penduduk Kota Bandung. (Arief/Pojoksatu)