JEMBER, POJOKSATU.id - Perum Bulog Kantor Cabang Jember mencatatkan kinerja impresif dengan berhasil menyerap hingga 193.000 ton gabah dari petani lokal per 7 Oktober 2026.

Capaian fantastis yang setara dengan 98.000 ton beras tersebut menempatkan Kabupaten Jember dan Jawa Timur sebagai pilar utama penyokong rekor penyerapan beras nasional yang menembus angka 4 juta ton.

Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Jember, Muhammad Ade Saputra, mengungkapkan bahwa tingginya angka penyerapan ini ditopang oleh kualitas hasil panen masyarakat setempat yang bagus.

"Per tanggal 7 Oktober kemarin, serapan gabah di Bulog Jember itu sebesar 193.000 ton atau setara beras itu 98.000 ton karena rendemen kita sangat bagus di angka rata-rata 55,6 persen," ujar Ade saat dikonfirmasi, Jumat (9/10/2026).

Guna memaksimalkan penyerapan di lapangan, Bulog Jember membentuk 'Tim Jemput Pangan' yang melibatkan jajaran Babinsa Kodim 0824, Dinas Pertanian, hingga Petugas Penyuluh Lapangan (PPL).

Ade menjelaskan bahwa sinergi lintas sektor tersebut diterjunkan langsung ke sawah-sawah untuk mendampingi petani serta mengawal proses pembelian gabah secara presisi.

Dalam sisa waktu jelang akhir tahun, Bulog Jember memastikan akan terus melakukan penyerapan gabah secara aktif selama harga di tingkat petani sesuai dengan ketentuan.

Langkah ini selaras dengan instruksi Presiden, Menteri Pertanian, dan Direktur Utama Perum Bulog dalam mengawal kesejahteraan para petani.

"Setiap hasil panen dari petani itu harus dibeli Bulog dengan harga Rp6.500 per kilo," tegas Ade mengenai patokan harga pembelian gabah.

Melalui kontribusi besar Jawa Timur dan Jember, pihak Bulog optimistis kedaulatan serta swasembada pangan berkelanjutan di Indonesia dapat terus terjaga.

Menatap tahun depan, Ade menambahkan bahwa pemerintah telah merancang kesinambungan program penyerapan gabah skala besar.

"Berdasarkan hasil Rakortas kemarin di Bulog, untuk tahun 2027 rencananya serapan gabah itu di kisaran 4 juta ton seluruh Indonesia," pungkasnya.