JAKARTA, POJOKSATU.id - Presenter Ruben Onsu mengungkapkan alasannya terus 'berisik' atas tudingan negatif yang muncul setelah perceraian, termasuk demo massa yang memintanya diboikot dari televisi.

Ya, Ruben Onsu terus membongkar para massa bayaran yang demo di depan Gedung TransTV, beberapa hari lalu. Bahkan, akun Instagram-nya penuh dengan wajah para pendemo itu.

Ruben juga tak segan menanggapi langsung berbagai pihak yang mencampuri perebutan hak asuh anak dengan Sarwendah.

Lewat postingan Instagram-nya, Minggu, 8 November 2026, dia mengungkapkan tidak akan diam kali ini. Karena, menurutnya berbagai cara dilakukan untuk menghancurkan karir yang telah dibangunnya dengan susah payah.

Dia mengatakan perjalanan karier yang dilaluinya tidaklah mudah dan membutuhkan proses panjang.

Meski lahir dan tumbuh dari keluarga yang berkecukupan, Ruben mengatakan harus terbiasa bersabar jika menginginkan sesuatu.

"Namun, proseslah yang mengajarkan saya arti perjuangan. Proses pula yang memperkenalkan saya pada satu kata: SEMANGAT," tulisnya.

Kemudian, dia menceritakan perjalanan karir yang dimulai pada tahun 1997 di Sanggar Ananda milik Aditya Gumay. Di sana, dia banyak dibimbing, diajarkan, dan diperkenalkan pada dunia entertainment.

"Sanggar Ananda mengajarkan saya untuk memahami arti sebuah proses dan kesabaran. Lebih dari itu, saya belajar bahwa salah satu kunci keberhasilan yang tidak bisa ditawar adalah adab dan attitude," ungkapnya.

Dua hal inilah yang harus selalu dia dan anak-anak sanggar tanamkan dalam diri, apapun profesi dan posisi.

"Karena itu, ketika ada seseorang yang mencoba menghancurkan karier saya dengan begitu mudah demi kepentingannya sendiri, saya memilih untuk tidak tinggal diam," tegasnya.

Ruben sadar, di era digital seperti sekarang, segala sesuatu bisa diputarbalikkan melalui rangkaian kata-kata.

"Rasanya seperti melihat seseorang yang seharusnya masih belajar, bertumbuh, dan mempersiapkan masa depannya melalui sebuah kegagalan, tetapi justru memilih jalan untuk menghancurkan karier orang lain yang sama sekali tidak berkaitan dengan perjalanan hidupnya," tuturnya.

Tindakan-tindakan tersebut, lanjutnya telah dipantaunya sejak awal, mulai dari upaya mengajak bertemu jajaran direksi televisi, pesan melalui DM, hingga pernyataan-pernyataan yang disampaikan secara langsung.

"Mengapa saya tahu semua itu? Karena mereka sebenarnya sudah cukup lama mengenal saya. Mereka tahu bahwa saya memahami apa yang sedang terjadi, jauh sebelum mereka yang baru mengenal saya mencoba mengambil jalan yang tidak semestinya," jelasnya.

Sayangnya, mereka mungkin belum memahami bahwa hidup adalah tentang belajar dan berproses," lanjutnya.

Ruben mengingatkan, ketika seseorang berusaha menjatuhkan karakter orang lain demi kepentingannya sendiri, justru semakin terlihat lebih dalam bagaimana watak aslinya.

"Keserakahan pada akhirnya akan memperlihatkan dirinya sendiri. Syukurnya, kali ini saya memilih untuk tidak diam," tegasnya.

Ruben Onsu memastikan kali ini memilih untuk berdiri dan membela diri. Dia ingin 'musuhnya' belajar menghargainya sebagaimana saya menghargai diri sendiri.

"Saya tidak ingin membiarkan kecurangan berlalu begitu saja tanpa ada sikap dan perlawanan," tukasnya.

Ini dilakukan bukan semata-mata tentang membalas siapa pun. Melainkan bentuk penghormatan terhadap diri sendiri.

"Terhadap perjalanan panjang yang sudah saya bangun, dan terhadap profesi yang sampai hari ini masih saya jalani di industri entertainment," sambungnya.

Dengan perjuangan karir dari bawah, Ruben mengungkapkan tidak akan diam, ketika ada pihak yang dengan sengaja mencoba menghancurkan.

"Karena saya percaya, setiap orang berhak belajar dari prosesnya sendiri, tetapi tidak berhak menghancurkan perjalanan hidup dan karier orang lain demi kepentingannya sendiri," pungkas Ruben Onsu. ***