POJOKSATU.id - Presenter Ruben Onsu kembali menghadapi tudingan miring usai diketahui mengadopsi seorang anak cowok lagi, setelah Betrand Peto. Menepis isu negatif, musisi dan aktivis Melanie Subono turun tangan.
Ya, Melanie Subono dikenal memiliki Rumah Harapan yang kerap membantu banyak warga yang membutuhkan, adalah orang yang menyerahkan anak yang telah diberinama Thayaka Putra Onsu itu.
Melanie menjelaskan, setahun lalu. Tim Rumah Harapan mendapati seorang bayi masih berumur dua hari ditelantarkan dengan kondisi mengenaskan.
Pada waktu yang bersamaan, Melanie sedang berbincang dengan Ruben soal program social kerja sama. Keduanya telah lama saling kenal, dan Ruben beberapa kali turut ikut dalam proyek bantuan.
Di sela diskusi dengan Ruben, Melanie berkali kali ditelepon timnya tentang bayi tersebut. Hal ini menyita perhatian mantan suami Sarwendah itu dan akhirnya sang bayi dibawa ke rumah sakit.
Tak lama setelah kondisi bayi itu membaik, Ruben mengajukan diri untuk mengadopsi. Melanie mengiyakan dan tentu bukan sembarang. Dia kenal betul bagaimana temannya itu.
"Thayaka umur dua tiga hari, tali pusat belum benar-benar bersih (saat ditemukan), enggak ada yang klaim juga. Gua cukup picky memilih adopter (orang tua asuh). Terlepas dari apapun itu kata orang, yang saya tahu Ruben orang baik, dia sayang anak-anak," jelasnya dilansir dari YouTube Just Ruben Offial, Minggu, 18 Oktober 2026.
"Kami urus beberapa surat yang perlu diurus, kami serahkan Thayaka ke Ruben dan menjadi bagian dari keluarga dia," sambungnya.
Melanie menegaskan tidak lepas tangan begitu saja. Dia tetap mengawasi bagaimana tumbuh kembang Thayaka di tangan Ruben.
"Gua bukan lepas tangan, gua monitor, gua bisa dadakan ngecek Ruben, kayak orang sidak ke Ruben, anytime ngecek keadaan Thayaka dia open," jelasnya.
Cucu Presiden ke-3 RI BJ Habibie ini memastikan akan mengambil Thayaka kalau tidak dirawat dengan baik.
"Gua rasa Ruben cukup paham, kalau gua melihat anak itu enggak di-treat dengan baik, dia tahu gue galaknya kayak apa. Gue bisa ambil lagi. Sejauh ini oke, harapan gua ke depannya Thayaka tumbuh dengan baik," tuturnya.
Sementara itu, Ruben menambahkan, saat pertama kali mengetahui ada bayi diamanahkan ke Rumah Harapan Melanie, dia sempat berpikir bayi itu tidak selamat, karena kondisi yang memprihatinkan.
Sejak dirawat di rumah sakit, Ruben sering bertanya bagaimana kondisi Thayaka. Hingga satu momen, dia memanggil bayi itu dan matanya merespon.
Dan, proses adopsi Thayaka baginya seakan jawaban atas doanya saat umrah.
"Sebelum saya bertemu Thakaya, saya umrah. Di hari terakhir saya umrah, ada kajian di pintu 19 Masjid Nabawi, tentang kalau kita sudah meninggal yang mendoakan anka-anak kita sendiri," kenangnya.
Namun, Ruben menyadari ketiga anaknya memiliki keyakinan berbeda. "Saya enggak menuntut banyak, saya bilang 'Ya Allah, saya ingin meninggal di Mekah atau Madinah atau di tempat yang engkau ridai, banyak yang salatin. Saya enggak terlalu banyak berharap tentang cerita saya nanti," ujarnya.
Kemudian usai pulang ke Indonesia, 14 hari kemudian Ruben bertemu dengan Thayaka.
"Setelah dia sehat dan sembuh, dan di situ dia respon saya. Saya salat lagi, (berdoa) izinkan saya untuk mengadopsi anak ini. Saya cuma bilang, ya Allah mudahkan segalanya saya pengen anak ini bisa tumbuh besar dan layak," ungkapnya.
Soal nama, Ruben mengakui Thayaka tak memiliki makna spesial melainkan ingin senada dengan dua putrinya dimulai dengan tiga huruf 'Tha'.
"Namanya Thayaka Putra Onsu, tidak ada arti yang spesifik, hanya saya ingin sama dengan Thalia, Thania. Kalau Onyo (Betrand Peto) saya bertemu saat berusia 14 tahun, kalau ini benar-benar dari orok," pungkas Ruben Onsu. ***




