JAKARTA, POJOKSATU.id - Selebgram Salmafina Sunan memilih tidak ikut tren 'Stop the Wedding', meski pernah merasakan kegagalan dalam pernikahan.
Ya, lagu "Stop the Wedding!" milik Ashe ini viral setelah dijadikan konten untuk siapa saja yang pernikahannya berakhir dengan perpisahan. Beberapa artis juga banyak yang ikut tren ini.
Tapi, tidak dengan Salmafina Sunan yang memilih tidak ikuti arus, meski pernikahan seumur jagung dengan Taqy Malik pernah sangat viral pada masanya.
Pun demikian, putri pengacara Sunan Kalijaga ini tak menganggap aneh siapa saja yang ikut tren 'Stop the Wedding'.
"Banyak yang bertanya apakah aku mau ikut trend Stop the Wedding, mengingat perjalanan pernikahan dan perceraian pertamaku dulu sempat viral. Nggak. Tapi yang join the trend pun kalian keren dan hebat," tulisnya di Threads, Minggu, 8 November 2026.
Salma mengatakan pernikahannya pada tahun 2017 dengan Taqy Malik yang hanya bertahan selama dua bulan, bukan hal yang perlu disesali.
"Honestly, aku nggak pernah menyesali pernikahan pertamaku," tegasnya.
Menurutnya, setiap fase kehidupan selalu punya pelajaran. "Ada hal-hal baik yang patut disyukuri, ada hal-hal buruk yang bisa dijadikan pembelajaran. And that’s life," ungkapnya.
Dia percaya setiap fase kehidupan, termasuk yang tidak berakhir sesuai harapan, tetap punya nilai dan pembelajarannya sendiri.
"Ada hal-hal baik yang patut disyukuri, ada hal-hal yang perlu dievaluasi, dan ada pengalaman yang membuat kita tumbuh menjadi pribadi yang lebih matang," lanjutnya.
Dalam sebuah hubungan, kata Salmafina kita tidak sedang berhadapan dengan manusia yang sempurna.
"Aku punya kekurangan, begitu juga pasanganku. We are all human. Tidak realistis rasanya mengharapkan seseorang yang hanya memiliki green flags tanpa red flags sama sekali," tuturnya.
Dia menjelaskan, memahami bahwa manusia tidak sempurna bukan berarti semua hal harus ditoleransi. Ada kekurangan yang bisa diterima, ada perbedaan yang bisa dikompromikan, dan ada prinsip serta batasan yang tetap harus dijaga.
Tentang Stop the Wedding, dia merasa tidak perlu mengangkat kembali cerita-cerita pribadi dari pernikahan terdahulu hanya untuk memberikan perspektif atau membuktikan sesuatu kepada publik.
"Bagiku, itu berarti membuka kembali hal-hal yang selama ini sudah aku pilih untuk tidak menjadi konsumsi publik. Dan secara tidak langsung, bisa menjadi ruang untuk menjelekkan mantan pasangan. Aku tidak melihat manfaatnya untuk melakukan itu," ungkapnya.
Ini bukan karena masa lalu harus selalu terlihat baik, tetapi karena sebuah hubungan yang sudah berakhir tetap bisa disikapi dengan rasa hormat.
"Aku pun percaya bahwa menjaga martabat orang lain adalah bagian dari menjaga prinsip diri sendiri," tegasnya.
Salma menyatakan pernikahan pertamanya justru menjadi salah satu pengalaman yang membuatku lebih mengenal diri sendiri, memahami dinamika hubungan, mengetahui apa yang penting dalam membangun kehidupan bersama.
"Dan, tentu saja menjadi lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan berikutnya. Aku tidak ingin pengalaman yang pernah berakhir membuatku kehilangan kepercayaan terhadap pernikahan," bebernya.
"Aku hanya ingin menjadi lebih bijaksana dalam menjalaninya. Tidak semua yang pernah berakhir harus disesali," sambungnya.
Salma menegaskan tidak semua yang pernah menyakitkan harus terus diceritakan. Dan tidak semua pengalaman hidup perlu dijadikan pembuktian kepada orang lain.
"Some chapters are not meant to be regretted, just understood (beberapa babak kehidupan tidak harus disesali hanya perlu dipahami)," ungkapnya.
Seperti diketahui, Salmafina Sunanan dan Taqy Malik menikah pada 16 September 2017 di Masjid Ramli Musthofa, Sunter, Jakarta Utara.
Pasangan ini menikah pada usia muda yaitu 18 tahun, sedangkan Taqy Malik berusia 21 tahun.
Tetapi, dalam pernikahan yang masih berjalan dua bulan, Taqy Malik menjatuhkan talak satu ke Salmafina pada 20 November 2017 lewat sambungan telepon.
Sejak saat itu, hubungan dua keluarga jadi rusak. Bahkan, Sunan Kalijaga belum bisa melupakan bagaimana putrinya diperlakukan dan sulit memaafkan Taqy Malik. ***
Kemudian, Salmafina Sunan perlahan melepas hijabnya dan memilih agama lain dan lepas dari dari Islam. ***




