JAKARTA, POJOKSATU.id , Sekretariat Presiden membeberkan tujuan pertemuan Presiden Prabowo dengan 10 mantan Kapolri beserta Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto di Hambalang, Bogor, Minggu (8/11).

Pertemuan ini merupakan silaturahmi antara Presiden dengan para tokoh yang pernah memimpin institusi Polri pada berbagai periode.

Presiden Prabowo menyambut kedatangan para tokoh tersebut dengan jabat tangan hangat saat memasuki ruang pertemuan. Adapun kesepuluh mantan Kapolri yang hadir, yakni:

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo dan para mantan Kapolri saling bertukar pandangan mengenai berbagai isu yang terjadi.

“Pertemuan ini turut menjadi momentum pertukaran pengalaman lintas generasi kepemimpinan,” kata Sekretariat Presiden dalam siaran persnya, Minggu.

Turut mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut yaitu Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

Sepuluh mantan Kapolri yang diundang antara lain Roesmanhadi, Roesdihardjo, Surojo Bimantoro, Da'i Bachtiar, Sutanto, Bambang Hendarso Danuri, Timur Pradopo, Sutarman, Badrodin Haiti, dan Tito Karnavian.

Nama-nama ini merupakan para mantan Kapolri yang pernah memimpin sejak era reformasi 1998 hingga 2019.

Namun nama Idham Azis yang menjabat Kapolri pada 1 November 2019 - 27 Januari 2021 tak ikut dalam pertemuan. Belum jelas alasan Idham Azis tak ikut dipanggil dalam pertemuan ini.

Begitu juga Listyo Sigit yang menjabat Kapolri sejak 2021 hingga 2026 tak mungkin hadir karena dia berstatus tersangka penyadapan Presiden Prabowo. Listyo sedang ditahan di Mabes Polri.***