POJOKSATU.id – Banyak guru berharap Tunjangan Profesi Guru (TPG) langsung cair di Januari 2026. Namun faktanya, harapan itu bisa pupus jika 11 data wajib di Info GTK belum dinyatakan valid.
Mulai pekan ini, validasi Info GTK 2026 resmi dibuka. Sistem baru menampilkan status per bulan, lengkap dari Januari hingga Desember.
Tapi di balik tampilan yang lebih transparan, ada pesan tegas, yaitu status harus divalidkan.
Baca Juga: Dana TPG Tidak Masuk Rekening Meski Skema Baru Berlaku, Guru Diminta Cek Validasi Ini
Artinya, pencairan TPG tidak lagi otomatis. Jika sebelumnya banyak guru baru sadar ada masalah setelah tunjangan tertunda, kini pemerintah memberi sinyal lebih awal.
Semua data ditampilkan, semua kesalahan bisa dilihat sejak awal. Masalahnya, tidak sedikit guru yang masih menganggap enteng proses validasi ini.
Padahal, satu poin saja tidak valid, tunjangan bisa tertahan berbulan-bulan.
Baca Juga: Kabar Duka dari Malang, Asisten Pelatih Arema FC Abah Kuncoro Wafat Usai Kolaps di Lapangan
Berikut 11 titik rawan yang paling sering membuat TPG gagal cair.
Pertama, NUPTK dan NIK tidak sinkron. Kesalahan angka, data ganda, atau belum tervalidasi pusat langsung membuat status merah.
Kedua, status kepegawaian belum diakui. Banyak guru swasta belum memastikan SK Yayasan mereka benar-benar diinput dan disahkan dinas.
Ketiga, jam mengajar belum memenuhi syarat. Sistem tidak mentolerir kekurangan jam, meskipun hanya satu atau dua jam.
Keempat, rekening bermasalah. Nama tidak sama, rekening pasif, atau belum diverifikasi bank sering jadi penyebab gagal transfer.
Kelima, sertifikat pendidik tidak terdeteksi. Tanpa NRG aktif, sistem otomatis menolak hak tunjangan.
Keenam, usia mendekati pensiun. Guru yang sudah melewati batas usia tidak lagi masuk kategori penerima.
Ketujuh, kehadiran tidak sinkron. Aktivitas mengajar yang tidak terekam bisa dianggap tidak aktif.
Kedelapan, jalur pembayaran tidak jelas. Kesalahan kategori sekolah membuat dana tertahan di sistem.
Baca Juga: Devasana Evolva, Wadah Ekspresi Karya Mahasiswa Tata Busana UPI
Kesembilan, data tugas tambahan kosong. Padahal ini berpengaruh pada perhitungan jam dan status valid.
Kesepuluh, data Dukcapil tidak cocok. Nama ibu kandung berbeda satu huruf saja bisa menggugurkan validasi.
Dan terakhir, catatan masalah masih muncul. Duplikasi sekolah atau riwayat mutasi yang belum bersih sering luput diperhatikan.
Baca Juga: ASN Wajib Tahu! Cara Cek dan Download NPWP Baru Berbasis NIK di Coretax DJP, Ini Lengkapnya
Perlu dipahami, sistem Info GTK 2026 dirancang lebih ketat, bukan lebih rumit. Tujuannya satu: memastikan dana negara tepat sasaran.
Namun konsekuensinya jelas. Guru yang tidak aktif memeriksa dan memperbaiki data sejak Januari berisiko menunggu lebih lama, meski teman sejawatnya sudah menerima tunjangan bulanan.
TPG bisa cair cepat, asal data benar sejak awal. Jadi, sebelum berharap dana masuk rekening, pastikan 11 poin ini benar-benar hijau semua. ***




