POJOKSATU.ID - Pemerintah terus mematangkan rencana perekrutan tenaga pendidik untuk Sekolah Rakyat, program pendidikan berasrama yang diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Dalam Rapat Koordinasi Pengadaan Guru dan Tenaga Kependidikan Sekolah Rakyat yang diselenggarakan di Kementerian Sosial, skema rekrutmen guru menjadi salah satu fokus utama pembahasan.

Wakil Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Haryomo Dwi Putranto, menyampaikan bahwa mekanisme seleksi tenaga pendidik untuk Sekolah Rakyat akan mengadopsi sistem yang serupa dengan rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang telah berjalan.

Hal ini dilakukan untuk memastikan efisiensi dan transparansi dalam proses seleksi.

Baca Juga: Bantuan PIP Belum Cair? Segera Hubungi Sekolah dan Lakukan Hal Ini Segera!

BKN telah menyiapkan infrastruktur yang memadai dengan perkiraan 35 titik lokasi seleksi yang mampu menampung hingga 3.500 peserta.

Dengan kapasitas ini, BKN optimis bahwa proses seleksi dapat diselesaikan dalam waktu maksimal enam hari setelah jadwal ditetapkan.

Sementara itu, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Nunuk Suryani, menegaskan bahwa prioritas utama dalam rekrutmen guru Sekolah Rakyat adalah kualitas.

Pihaknya telah merumuskan berbagai skema rekrutmen yang bertujuan untuk menjamin bahwa tenaga pendidik yang terpilih adalah individu-individu yang kompeten dan memiliki dedikasi tinggi untuk mendidik anak-anak.

Baca Juga: Penolakan Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto Diterima Kemensos

Detail mengenai skema-skema ini akan segera dilaporkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah kepada Presiden.

Menteri PANRB Rini Widyantini menambahkan bahwa penyediaan tenaga pendidik berkualitas merupakan salah satu mandat utama yang diemban pihaknya sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025.

Kementerian PANRB bekerja sama erat dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam menyusun berbagai opsi skema rekrutmen guru yang efektif dan efisien.

Skema-skema ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik Sekolah Rakyat secepat mungkin tanpa mengorbankan kualitas.

Laporan mengenai skema-skema ini juga akan segera disampaikan kepada Presiden untuk mendapatkan persetujuan dan arahan lebih lanjut.

Fokus pada skema rekrutmen yang serupa dengan PPPK diharapkan dapat mempercepat proses pengadaan guru untuk Sekolah Rakyat.

Pengalaman BKN dalam menyelenggarakan seleksi PPPK akan menjadi modal berharga dalam memastikan kelancaran rekrutmen guru Sekolah Rakyat.

Selain itu, penekanan pada kualitas oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menunjukkan komitmen pemerintah untuk menyediakan pendidikan yang terbaik bagi anak-anak yang akan bersekolah di Sekolah Rakyat.

Baca Juga: Pemkot Bandung Luncurkan Koperasi Merah Putih di Tingkat Kelurahan, Dorong Ekonomi Warga dari Akar Rumput

Dengan tenaga pendidik yang kompeten dan berdedikasi, diharapkan Sekolah Rakyat dapat menjadi wadah yang efektif dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas.

Sinergi antara BKN dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam merancang dan melaksanakan skema rekrutmen ini menjadi kunci keberhasilan penyediaan guru yang berkualitas untuk mendukung program prioritas nasional ini.***