POJOKSATU.id - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat terkait resmi menghadirkan program School Leadership Workshop (SLW).
Ini adalah pelatihan kepemimpinan bagi kepala sekolah dan pengawas sekolah yang dirancang berstandar internasional.
Program ini merupakan hasil kolaborasi dengan National Institute of Education International (NIEI) Singapura yang bertujuan memperkuat kapasitas kepemimpinan pendidikan di Indonesia.
SLW dirancang untuk membekali peserta dengan pendekatan integratif dan transformatif, sehingga mampu menciptakan perubahan nyata di lingkungan sekolah masing-masing.
Baca Juga: Rapor Pendidikan 2025 Resmi Diperbarui, Kini Lebih Lengkap dan Berbasis Data
Apa Itu SLW?
School Leadership Workshop (SLW) adalah program peningkatan kompetensi bagi kepala sekolah dan pengawas sekolah yang menggabungkan pembelajaran hybrid, yakni asinkron, daring, dan luring.
Peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik langsung serta pendampingan agar hasil pembelajaran bisa diterapkan secara nyata di sekolah.
Materi dan Fokus Pembelajaran
Program ini mencakup berbagai aspek penting dalam kepemimpinan pendidikan modern.
Mulai dari kepemimpinan strategis untuk menentukan arah sekolah, hingga kemampuan mengelola perubahan organisasi secara efektif.
Baca Juga: Mudik Lebih Awal dan Sinergi Lintas Instansi Jadi Strategi Kelancaran Arus Mudik Tahun Ini!
Peserta juga akan mempelajari instructional leadership untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, serta innovation leadership guna mendorong budaya kreatif di sekolah.
Tak kalah penting, ada juga materi resilient leadership yang membantu peserta menghadapi tantangan dan dinamika dunia pendidikan yang terus berubah.
Keunggulan Program
SLW menawarkan sejumlah keunggulan yang membuatnya berbeda dari pelatihan biasa.
Salah satunya adalah sertifikat internasional yang diperoleh setelah menyelesaikan program.
Selain itu, kurikulum disusun oleh pakar pendidikan dan praktisi lapangan, sehingga materi yang diberikan relevan dengan kebutuhan nyata di sekolah.
Baca Juga: Selain Kepala Keamanan Ali Larijani, Iran Konfirmasinya Tewasnya Jenderal Gholamreza Soleimani
Program ini juga menekankan hasil nyata, di mana peserta didampingi untuk memastikan implementasi perubahan di lingkungan kerja masing-masing.
Syarat dan Kualifikasi Peserta
Program ini memiliki beberapa persyaratan yang harus dipenuhi yaitu:
-
Warga Negara Indonesia (WNI);
-
Berstatus aktif sebagai Pengawas Sekolah pada Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota atau sebagai Kepala Sekolah pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun masyarakat;
-
Berusia maksimal 55 tahun per 1 April 2026;
-
Memiliki pengalaman kerja minimal 4 tahun sebagai Kepala Sekolah (KS) atau minimal 4 tahun sebagai Pengawas Sekolah (PS);
-
Memiliki kemampuan Bahasa Inggris yang dibuktikan dengan sertifikat resmi;
-
Mengunggah hasil pindai (scan) surat pernyataan.
-
Mengunggah hasil pindai (scan) surat rekomendasi dari atasan.
-
Sehat jasmani dan rohani, dibuktikan dengan surat keterangan dari rumah sakit/puskesmas dan/atau surat keterangan bagi penyandang kebutuhan khusus;
-
Telah membaca dan memahami Surat Pengumuman Pembukaan Pendaftaran.
Baca Juga: Garam Listrik
Tahapan Seleksi dan Pelatihan
Untuk mengikuti SLW, peserta harus melalui beberapa tahapan.
Dimulai dari pendaftaran melalui portal https://gtk.kemendikdasmen.go.
Setelah lolos, peserta akan mengikuti kelas daring, dilanjutkan dengan pelatihan luring di Indonesia.
Program ditutup dengan exit test dan kesempatan mengikuti pelatihan langsung di NIEI Singapura sebagai pengalaman belajar internasional.
Baca Juga: Arahan Presiden Prabowo, Pejabat Negara Diminta Hindari Kemewahan Saat Lebaran 2026!
Peluang Belajar ke Luar Negeri
Salah satu daya tarik utama program ini adalah kesempatan mengikuti pelatihan langsung di Singapura.
Di sana, peserta bisa mempelajari praktik terbaik pendidikan internasional sekaligus memperluas wawasan global dalam kepemimpinan sekolah.
Hadirnya SLW menjadi angin segar bagi dunia pendidikan Indonesia.
Bukan sekadar pelatihan, tetapi langkah nyata untuk mencetak pemimpin sekolah yang adaptif, inovatif, dan siap membawa perubahan.
Di tengah tantangan pendidikan yang terus berkembang, program seperti ini bisa jadi kunci untuk menciptakan masa depan pendidikan yang lebih baik. ***




