POJOKSATU.id — Pemerintah saat ini tengah menggulirkan dua program pendidikan baru dengan pendekatan yang berbeda, yakni Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda.
Keduanya sama-sama dirancang untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional, tetapi memiliki perbedaan dalam hal sasaran, jenjang pendidikan, hingga sistem pengelolaannya.
Sekolah Rakyat dibentuk sebagai wadah pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Baca Juga: Mayat Remaja Perempuan di Pejaten, Dugaan Eksploitasi Anak hingga Pemeriksaan Pihak Spa
Program ini bertujuan memberikan kesempatan belajar bagi mereka yang selama ini sulit mengakses pendidikan formal karena keterbatasan ekonomi.
Dengan adanya Sekolah Rakyat, pemerintah berharap tak ada lagi anak-anak yang putus sekolah hanya karena persoalan biaya.
Sementara itu, Sekolah Garuda hadir dengan fokus berbeda. Program ini ditujukan untuk siswa-siswa berprestasi yang memiliki potensi akademik tinggi, terutama di bidang sains dan teknologi.
Baca Juga: Kementan Dorong Penyuluh Pertanian Dukung Sekolah Lapang Iklim BMKG
Melalui sistem pendidikan yang lebih terarah, Sekolah Garuda disiapkan menjadi jalur pembinaan bagi calon-calon ilmuwan muda Indonesia agar mampu bersaing dan melanjutkan pendidikan ke universitas ternama, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Dari sisi jenjang pendidikan, Sekolah Rakyat membuka layanan pendidikan mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA.
Proses penerimaannya tidak melalui seleksi akademik yang ketat, melainkan berdasarkan kondisi ekonomi keluarga calon siswa.
Sebaliknya, Sekolah Garuda hanya berfokus pada jenjang SMA dengan proses seleksi yang lebih ketat, mempertimbangkan prestasi akademik, kemampuan belajar, dan potensi siswa secara keseluruhan.
Dalam hal pengelolaan, Sekolah Rakyat berada di bawah tanggung jawab Kementerian Sosial (Kemensos) yang bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Program ini menitikberatkan pada pemerataan akses pendidikan bagi kelompok rentan.
Sementara itu, Sekolah Garuda dikelola oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang berfokus pada pengembangan talenta akademik unggul di bidang sains dan teknologi.
Dari sisi kurikulum, Sekolah Rakyat menerapkan kurikulum nasional dengan pendekatan yang lebih fleksibel agar dapat menyesuaikan kebutuhan siswa dari keluarga kurang mampu.
Di sisi lain, Sekolah Garuda menggabungkan kurikulum nasional dengan kurikulum internasional seperti International Baccalaureate (IB), guna menyiapkan peserta didik menghadapi tantangan pendidikan global.
Fasilitas yang tersedia di Sekolah Garuda pun lebih lengkap, termasuk sarana laboratorium dan ruang riset yang menunjang pembelajaran berbasis sains dan teknologi.
Untuk proses penerimaan, Sekolah Rakyat tidak mensyaratkan tes akademik, selama siswa yang mendaftar berasal dari keluarga miskin atau miskin ekstrem.
Sementara itu, Sekolah Garuda memiliki sistem seleksi yang ketat dengan penilaian berbasis prestasi akademik, asesmen kemampuan, serta potensi pengembangan diri siswa.
Dengan demikian, meskipun keduanya sama-sama bagian dari upaya pemerintah memperkuat sektor pendidikan, Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda memiliki arah yang berbeda.
Baca Juga: Job Fair di Taman Cirebon Power, Sediakan Ribuan Lowongan Kerja dan Langsung Walk Interview
Sekolah Rakyat berfokus pada pemerataan kesempatan pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat, sedangkan Sekolah Garuda diarahkan untuk mencetak generasi unggul dan berprestasi yang mampu membawa nama Indonesia di kancah global.***




