POJOKSATU.id — Institut Teknologi Bandung (ITB) akan memberlakukan kebijakan baru bagi mahasiswa angkatan 2026/2027.
Seluruh mahasiswa baru diwajibkan mengikuti mata kuliah artificial intelligence (AI), tanpa terkecuali, apa pun program studi yang mereka pilih.
Kebijakan ini disampaikan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Prof Dr Irwan Meilano ST MSc, dalam kegiatan Open House ITB 2026 yang disiarkan melalui kanal YouTube.
Baca Juga: Pendaftaran Australia Awards Short Course 2026 Dibuka, Bahas Ekonomi Sirkular dan Limbah
Irwan menjelaskan, mata kuliah AI akan masuk dalam kategori mata kuliah wajib ITB yang harus ditempuh seluruh mahasiswa sarjana.
Kewajiban ini berlaku baik bagi mahasiswa program reguler maupun International Undergraduate Program (IUP).
"Apa yang berubah dari ITB sekarang? Baik, jadi kami memiliki mata kuliah wajib ITB, termasuk di antaranya, di mana pun putra kuliah bapak ibu belajar, itu harus mendapatkan mata kuliah AI, di mana pun," ujar Irwan.
Baca Juga: Seleksi CPNS 2026 Masih Belum Jelas, Pemerintah Menunggu Arahan Presiden Prabowo
Ia menegaskan bahwa kewajiban mempelajari AI diterapkan secara lintas disiplin. Tidak hanya terbatas pada rumpun sains dan teknologi, tetapi juga mencakup bidang seni dan bisnis.
"Mau prodinya apapun, mau SBM (Sekolah Bisnis Manajemen), mau seni rupa, informatika, pertambangan, semua harus belajar AI," tegasnya.
Seiring dengan kebijakan tersebut, ITB juga membuka konsentrasi khusus AI di Fakultas Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI).
Konsentrasi ini tersedia bagi mahasiswa Program Studi Informatika, terutama melalui jalur IUP.
"Secara khusus, untuk tahun ini, kita memiliki program konsentrasi di Informatika mengenai AI, di IUP. Jadi yang ingin khusus belajar AI, itu ada konsentrasi khusus," tuturnya.
Meski demikian, Irwan menekankan bahwa mahasiswa yang tidak memilih konsentrasi AI tetap akan memperoleh pembelajaran kecerdasan buatan sejak awal masa studi.
Baca Juga: Rapat Darurat di Hambalang, Prabowo Instruksikan Sejumlah Menteri untuk Percepatan Pemulihan Bencana
"Walaupun tidak mengambil konsentrasi khusus AI di IUP, tetapi mahasiswa tahun pertama sebagai bagian dari mata kuliah wajib ITB, itu harus belajar AI," sambungnya.
Pemanfaatan AI di ITB tidak hanya terbatas pada proses pembelajaran.
Teknologi ini juga telah digunakan dalam proses seleksi mahasiswa baru, khususnya pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Baca Juga: Surabaya Tiadakan Perayaan Tahun Baru, Wali Kota Eri Pilih Doa Bersama untuk Korban Bencana Sumatera
Irwan mengungkapkan, sistem berbasis AI digunakan untuk menganalisis dan memetakan potensi calon mahasiswa sejak tahap awal seleksi berkas.
"Jadi ketika berkas masuk, kita punya sistem AI yang bisa mengetahui Anda akan seperti apa saat kuliah," katanya.
Menurutnya, hasil pemetaan tersebut menunjukkan tingkat akurasi yang cukup tinggi.
Baca Juga: Otot Kuat
Prediksi yang dihasilkan AI saat seleksi dinilai sejalan dengan capaian prestasi mahasiswa setelah diterima di ITB.
"Dan kita salah satu kampus yang memiliki seleksi prestasi cukup baik. Maksudnya cukup baik karena pada saat Anda akan diterima, kita sudah bisa memprediksi prestasi Anda ketika di ITB," jelasnya.
Di akhir pernyataannya, Irwan menegaskan komitmen ITB untuk terus mengoptimalkan pemanfaatan kecerdasan buatan dalam dunia pendidikan.
Baca Juga: Spin-off InfraNexia Resmi Disetujui, TelkomGroup Perkuat Arah Bisnis Infrastruktur Digital
"Kita berkomitmen menjadi kampus di Indonesia yang memanfaatkan AI secara maksimal dalam proses pendidikan," tuturnya.***




