POJOKSATU.id - Seleksi CPNS 2026 dipastikan akan jauh lebih ketat dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Meski Sistem CAT masih menjadi dasar utama penilaian, kini lulus CAT tidak lagi menjamin kelulusan.
Data terbaru menunjukkan bahwa ada sejumlah instansi yang mewajibkan psikotes lanjutan sebagai bagian dari tahapan eliminasi sebelum peserta dinyatakan lulus.
Baca Juga: PBNU Kok Kaya Dua Nahkoda? Gus Yahya Copot Gus Ipul, Syuriyah Malah Copot Ketum, Ada Apa Sebenarnya?
Wajibnya psikotes ini disebut sebagai upaya untuk menyaring calon ASN bukan hanya dari sisi kompetensi akademik.
Tetapi juga dari stabilitas mental, integritas, karakter, hingga kesesuaian psikologis terhadap jabatan yang dilamar.
Disebutkan setidaknya ada enam instansi yang akan menerapkan tes tambahan non-CAT, termasuk psikotes mendalam.
Baca Juga: Kemenkeu dan Kemenkumham Kembali Jadi Primadona di CPNS 2026, Formasi Diprediksi Membludak
6 Instansi Terapkan Psikotes Ketat, Lulus CAT Tak Cukup
Menurut laporan sejumlah media nasional, enam instansi dalam rekrutmen CPNS 2026 akan mewajibkan tes psikologi lanjutan yang sifatnya eliminasi.
Artinya, sekalipun nilai CAT tinggi, peserta masih bisa gagal jika dianggap tidak lolos psikotes.
Tes lanjutan ini mencakup penilaian psikologi kepribadian, integrity test, stability test, hingga tekanan situasi kerja yang relevan dengan jabatan.
Baca Juga: Ibunda Raisa Tutup Usia Usai Berjuang Melawan Kanker, Duka Mendalam Sang Penyanyi
“Enam instansi CPNS 2026 menerapkan tes psikotes paling ketat dan bersifat eliminasi,” dikutip dari Klik Pendidikan, 22 November 2025.
Instansi seperti Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) disebut termasuk dalam daftar tersebut.
Selama ini formasi seperti penjaga tahanan dan pemasyarakatan memang mensyaratkan tes mental tambahan mengingat tingginya risiko pekerjaan.
Namun bukan hanya Kemenkumham. Instansi teknis lain serta beberapa lembaga pusat juga dilaporkan akan menerapkan pola serupa.
Kenapa Psikotes Menjadi Penentu Kelulusan?
Psikotes mulai kembali diperketat dalam seleksi CPNS karena beberapa alasan strategis:
1. Menilai karakter dan integritas calon ASN.
Banyak jabatan membutuhkan pegawai yang stabil secara emosi, jujur, dan mampu bekerja di bawah tekanan.
2. Mencegah peserta dengan nilai CAT tinggi tapi tidak pantas dari sisi kepribadian.
Seleksi akademik saja tidak cukup untuk menilai perilaku kerja.
3. Memastikan kecocokan psikis terhadap jabatan tertentu.
Misalnya penjaga tahanan, penyidik, tenaga layanan publik, hingga jabatan sensitif di instansi pusat.
4. Menguatkan sistem merit dan profesionalisme ASN.
Dengan demikian, psikotes bukan lagi formalitas, melainkan penentu akhir kelulusan untuk sejumlah instansi.
Format Tes, Bukan Hanya Tes Gambar dan Logika
Format psikotes lanjutan pada CPNS 2026 tidak lagi menggunakan pola klasik seperti tes gambar pohon atau wartegg saja.
Biasanya format tes meliputi:
1. Tes kepribadian mendalam
2. Tes integritas (integrity test)
3. Tes stabilitas emosional
4. Tes kapasitas berpikir
5. Tes situasional (kasus dilematis di kantor)
6. Wawancara psikologi lanjutan
7. Tes ideologi dan pemahaman nilai ASN (pada beberapa instansi)
Format ini dibuat agar instansi dapat mengukur kompetensi perilaku yang dibutuhkan dalam jabatan tertentu.
Siapa Pelamar yang Wajib Lebih Bersiap?
Seleksi psikotes lanjutan paling ketat diterapkan untuk jabatan yang memerlukan kondisi psikis kuat atau kerja berisiko tinggi.
Pelamar yang harus mempersiapkan diri lebih awal mencakup:
Baca Juga: Guru Kaget! Punya Serdik Tidak Menjamin TPG Cair, Ini Syarat Wajib Permendikdasmen
1. Penjaga tahanan / pemasyarakatan (Kemenkumham)
2. Jabatan layanan publik bersifat teknis dan berhadapan dengan masyarakat
3. Jabatan strategis instansi pusat
4. Jabatan sensitif yang membutuhkan integritas tinggi
5. Jabatan pengamanan, pemeriksaan, atau pengawasan
Pelamar CPNS yang berniat masuk ke instansi tersebut disarankan mempersiapkan mental dan latihan psikotes sejak jauh hari.
Kapan Psikotes Dilaksanakan?
Walau jadwal resmi CPNS 2026 belum dirilis pemerintah pusat, pola seleksi biasanya berlangsung sebagai berikut:
Baca Juga: PPPK Paruh Waktu Bakal Dihapus? BKN Bongkar Aturan Baru Usai Revisi UU ASN yang Segera Berlaku
1. Pengumuman resmi formasi: pertengahan tahun
2. Pendaftaran online
3. SKD (CAT)
4. Pengumuman peserta lolos CAT
5. Psikotes lanjutan (khusus instansi tertentu)
6. Tes kesehatan & wawancara
7. Penetapan NIP
Baca Juga: Revisi UU ASN Mendesak, Pemerintah Pusat Usul Tarik JPT Pratama demi Hentikan Politisasi ASN Daerah
Dengan pola tersebut, psikotes kemungkinan jatuh setelah SKD dan sebelum wawancara.
Mental Pelamar Jadi Kunci Kelulusan
Seleksi CPNS 2026 menjadi peringatan bagi pelamar bahwa kompetensi akademik bukan satu-satunya modal utama.
Tes psikologi kini berperan penting dalam menentukan siapa yang benar-benar layak menjadi ASN.
Bagi pelamar, memahami format, mempersiapkan mental, dan melatih konsistensi diri menjadi langkah penting agar tidak gugur pada tahapan ini.***




