POJOKSATU.ID - Kementerian Sosial mengambil langkah strategis dengan membentuk Tim Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat sebagai tim ad hoc.

Pembentukan tim khusus ini merupakan tindak lanjut langsung atas mandat resmi Menteri Sosial Saifullah Yusuf.

Tugas utama tim ini adalah mengawal serta mempercepat proses pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen di berbagai daerah.

Langkah percepatan ini menjadi sangat mendesak karena puluhan lokasi rintisan belum terakomodasi dalam kuota Kementerian Pekerjaan Umum.

Baca Juga: Jembatan Perintis Garuda di Karawang Diresmikan, Pangkas Akses Warga hingga 5 Km

Kendala utama yang menyebabkan puluhan lokasi tersebut tertunda adalah masalah administratif terkait status kepemilikan lahan.

Saat ini puluhan Sekolah Rakyat rintisan tersebut terpaksa beroperasi dengan memanfaatkan fasilitas bangunan sementara.

Kapasitas fasilitas sementara yang digunakan tersebut diproyeksikan hanya mampu bertahan paling lama satu tahun.

Apabila pembangunan gedung permanen tidak berhasil dieksekusi pada tahun ini, risiko besar mengancam keberlangsungan sekolah.

Baca Juga: Indonesia Inisiasi Pembangunan Koalisi Global South Mendukung Kemerdekaan Palestina

Puluhan Sekolah Rakyat rintisan terancam ditutup pada tahun depan karena tidak lagi mampu menampung siswa baru.

Pemerintah bergerak cepat agar potensi penutupan fasilitas pendidikan bagi masyarakat kurang mampu ini dapat dihindari.

Pembentukan TP2SR menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menjamin keberlanjutan akses pendidikan yang memadai.

Tim ini dirancang untuk bekerja secara intensif guna mengurai setiap hambatan prosedural yang ada di lapangan.

Keberadaan gedung permanen sangat krusial agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan secara aman dan layak.

Oleh karena itu pembentukan tim ad hoc ini menjadi pilar utama dalam penyelamatan keberlangsungan Sekolah Rakyat.***