JAKARTA, POJOKSATU.id - Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mendekati masa pensiun diminta lebih mengutamakan keamanan finansial dibandingkan mengejar peluang usaha baru.

Keputusan membuka bisnis tanpa perhitungan matang justru berpotensi menghabiskan tabungan yang telah dikumpulkan selama bertahun-tahun.

Peringatan tersebut disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh. Ia menilai, menjaga kestabilan pendapatan menjadi hal penting ketika seorang ASN memasuki masa akhir pengabdian.

Menurut Zudan, masa menjelang pensiun bukan waktu yang tepat untuk mengambil risiko keuangan besar, terutama dengan memulai bisnis yang belum memiliki perencanaan jelas.

"Jangan memulai usaha baru, bisnis baru, yang bisa menguras pendapatan kita. Saat kita akan memasuki usia pensiun, yang harus dijaga adalah kestabilan pendapatan," ujar Zudan.

Ia mengingatkan, peluang usaha yang terlihat menguntungkan belum tentu memberikan hasil sesuai harapan. Pengelolaan bisnis yang kurang baik hingga konflik dengan mitra dapat membuat seseorang mengalami kerugian.

Situasi tersebut perlu menjadi perhatian ASN agar dana pensiun dan tabungan yang sudah dikumpulkan tidak terkuras untuk menutup kegagalan usaha.

Sebagai alternatif, Zudan mendorong calon pensiunan mengembangkan hobi dan keterampilan yang bisa menjadi aktivitas produktif setelah tidak lagi bekerja sebagai pegawai pemerintah.

Beberapa kegiatan yang dapat ditekuni antara lain berkebun, memelihara hewan, hingga mengembangkan keterampilan pribadi.

Aktivitas tersebut dinilai dapat menjaga produktivitas sekaligus memberikan kesenangan tanpa harus mempertaruhkan kondisi keuangan.

Zudan sendiri mencontohkan kegemarannya merawat tanaman dan bonsai sebagai kegiatan yang bisa mengisi waktu setelah memasuki masa pensiun.

Persiapan Pensiun Sebaiknya Dimulai 10 Tahun Sebelumnya

Selain persoalan keuangan, Zudan menilai kesiapan mental juga tidak kalah penting.

ASN perlu memahami bahwa jabatan dan masa pengabdian memiliki batas waktu sehingga tidak seharusnya menjadikan posisi yang pernah ditempati sebagai satu-satunya sumber kebanggaan.

Ia mengingatkan, semakin tinggi jabatan yang pernah diraih, semakin besar pula kesiapan yang dibutuhkan untuk menerima perubahan kehidupan setelah pensiun.

"Kalau sudah sampai di puncaknya, persiapannya adalah bukan bertahan di puncak, tetapi mempersiapkan untuk turun," ujarnya.

Untuk itu, Zudan mengusulkan agar pembekalan menjelang pensiun tidak hanya diberikan kepada ASN yang sudah mendekati batas usia pensiun.

Menurut dia, program persiapan pensiun idealnya mulai diberikan sekitar 10 tahun sebelum masa tugas berakhir.

Dengan demikian, ASN memiliki waktu lebih panjang untuk menata keuangan, mempersiapkan kondisi psikologis, memperluas jaringan sosial, serta menemukan kegiatan yang dapat ditekuni setelah pensiun.

Zudan berharap, perubahan dari kehidupan sebagai ASN menuju masa pensiun dapat dijalani secara lebih tenang.

Dengan persiapan sejak dini, para pensiunan diharapkan tetap produktif dan menikmati waktu bersama keluarga tanpa terbebani persoalan finansial.