POJOKSATU.id, KARAWANG - Formasi PPPK guru agama di Karawang tahun 2023 kosong. Hal itu diprotes oleh Forum Guru Honor Pendidikan Agama Islam (FGH-PAI).

Pemda Karawang tidak mengusulkan formasi PPPK guru agama karena memprioritaskan pengangkatan guru P1 atau guru yang telah lulus passing grade (PG) pada seleksi PPPK 2021.

FGH-PAI meminta agar Pemda Karawang tetap menyediakan kuota atau formasi PPPK guru agama. Sebab, masih banyak guru honorer PAI yang belum diangkat menjadi aparatur sipil negara (ASN) PPPK.

Baca Juga: 'Tamparan Keras' Buat Bupati Purwakarta, Area Pemda Diduga Jadi Tempat Pesta Narkoba Tidak Jauh Dari Rumdin

Wakil Ketua FGH-PAI, Dedi Ahmad Purnomo memaparkan pihaknya mengajukan sebanyak 270 formasi PPPK guru agama di Kabupaten Karawang.

Saat ini jumlah semua anggota di dalam forum tersebut sebanyak 300 orang.

“Untuk sekarang yang didata sekitar 70, itu pun bukan PPPK tapi untuk P1 yang dibatalkan. Intinya untuk PAI sekarang itu enggak ada kuota sama sekali,” ujar Dedi Ahmad Purnomo, dikutip Pojoksatu.id dari Radar Karawang, Sabtu 22 Juli 2023.

Baca Juga: Siswa SD Negeri di Karawang Diwajibkan Membeli Buku di Toko yang Ditunjuk

Ia menuturkan salah satu upaya untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah daerah, dilakukan dengan cara mengadakan kegiatan silaturahmi dengan Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga.

Ia menginginkan agar Pemda Karawang tetap menyediakan kuota P3K guru PAI.

“Aspirasi, untuk semua guru honorer pasti itu 1, PPPK atau diangkat jadi ASN,” jelasnya.

Baca Juga: Kejadian Luar Biasa Bakal Jadi Sejarah, Saat Bupati Anne Menjabat Area Pemda Jadi Tempat Pesta Narkoba

Kepala Seksi Guru dan Tenaga Kependidikan, Mulyana Surya Atmaja menyampaikan, saat ini yang menjadi prioritas adalah penyelesaian P1.

Meskipun bergitu, persoalan guru PAI akan tetap iselesaikan secara bertahap.

Ia menambahkan, usulan tersebut saat ini akan diterima terlebih dahulu.

Untuk tambahan formasi akan diakomodir dari guru yang telah pensiun, meninggal, dan berhenti bekerja.

“Jadi masih banyak sekolah yang membutuhkan guru PAI, namun formasinya belum disiapkan," jelasnya.

Mulyana menyatakan formasi P3K guru agama akan diusulkan pada seleksi PPPK 2024 mendatang.

"Intinya pada 2024 itu akan kita usulkan lagi. Ya namanya juga usulan, sebanyaknya juga bagus. Karena guru PAI sangat penting, berkaitan dengan budi pekerti. Mudah-mudahan kedepan, di 852 SD guru agamanya harus ASN,” terangnya.

Ketua PGRI Karawang, Nandang Mulyana menambahkan, pihaknya turut mendorong dengan mengirimkan surat kepada Menpan RB agar kuota guru PAI ditambahkan.

Ia merasa miris karena di Indonesia banyak guru-guru yang telah mengabdi puluhan tahun, tapi hingga saat ini masih berstatus sebagai tenaga honorer.

“Kita berharap dan mendorong pemerintah pusat agar dites September kuotanya ditambah. Indonesia ini sudah darurat guru, pemerintah jangan lalai, harus cepat lakukan revolusi untuk pemenuhan guru PAI,” pungkasnya. ***