POJOKSATU.id— Di Balai Latihan Kerja (BLK) Pecangaan, suasana haru dan harapan terpadu ketika Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menyambangi rumah-rumah calon siswa Sekolah Rakyat Rintisan (SRR). 

Dalam kunjungan yang sarat makna ini, Bupati tak hanya menyerahkan harapan pendidikan, tetapi juga meresapi keresahan orang tua tentang keberlanjutan pembelajaran agama bagi anak-anak mereka yang selama ini berlajar di madrasah.

Bayangan tentang anak-anak MI (Madrasah Ibtidaiyah) yang terbiasa mengaji menjadi pertimbangan utama. 

Baca Juga: Ahmad Luthfi Minta Pemulihan Pascademonstrasi di Jateng Dipercepat

“Orang tua khawatir tidak betah karena ngaji. Utamanya karena Jepara ini religinya kuat sehingga ingin memastikan Sekolah Rakyat ini ada untuk tahfiz Qur’an-nya dan mengajinya lebih banyak,” ungkap Bupati Witiarso menggambarkan rasa khawatir sekaligus harapan masyarakat setempat.

Semangat keagamaan itu mendorong Bupati untuk melayangkan usulan ke Kementerian Sosial (Kemensos) agar SRR dilengkapi dengan program tahfiz, sebuah bentuk penguatan pendidikan agama yang dinilai vital demi menjaga kenyamanan belajar siswa.

Baca Juga: Konferensi Pers DPR RI Menjawab Tuntutan 17+8, Publik: Pantau Terus

"Kita sampaikan ke Kemensos bahwa ini ada permintaan dari masyarakat yaitu untuk agamanya lebih dikuatkan. Kita harus diskusi sama Kemensos yang sebagai sektor memiliki aturan,” tambahnya penuh tekad.

Program SRR sendiri dirancang menjadi alternatif belajar bagi Anak Tidak Sekolah (ATS), khususnya mereka yang sudah berhenti sekolah sejak usia 11 tahun. 

Baca Juga: Viral, 2 Guru SD 086 Dalan Lidang Mandailing Natal Baku Hantam Sampai Terjerembab ke Lantai

Melalui sistem belajar berasrama, SRR diyakini bisa menjadi jembatan agar anak-anak bisa kembali menimba ilmu dalam lingkungan yang sesuai kebutuhan mereka.

Segera hadir pada September 2025, SRR di Jepara menargetkan 75 siswa terbagi dalam 3 rombongan belajar, masing-masing berisi 25 siswa. 

Baca Juga: Demo Ricuh di Jakarta Sebabkan 160 Polisi Terluka, Kerugian Rp 180 Miliar, 43 Orang Jadi Tersangka

Fasilitas asrama dirancang agar mereka mendapatkan pendidikan utuh, bukan sekadar pelajaran umum, tetapi juga menyentuh ruh religi yang selama ini menjadi fondasi keluarga mereka.***