POJOKSATU.ID - Pencairan bantuan sosial (bansos) kembali menjadi perhatian Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Banyak penerima mengeluhkan saldo bansos yang terasa berkurang saat dicairkan.

Ternyata, perbedaan lokasi pencairan sangat memengaruhi jumlah uang yang diterima KPM.

Saat ini, saldo bansos yang masuk ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dapat dicairkan melalui agen bank, kantor bank penyalur, maupun mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Baca Juga: Guru Non ASN Kemenag Terima BSU Rp600 Ribu Mulai 2026, Ini Penjelasannya

Masing-masing pilihan memiliki kelebihan dan kekurangan yang wajib diketahui agar KPM tidak merasa dirugikan.

Cair di Agen Terdekat, Uang Bisa Diambil Semua

Banyak KPM memilih mencairkan bansos di agen terdekat seperti agen bank, e-warong, atau mitra resmi penyalur.

Keunggulan utama mencairkan di agen adalah saldo bansos bisa diambil seluruhnya, termasuk jika nominal tidak bulat atau bukan kelipatan Rp100 ribu.

Namun, KPM perlu memahami bahwa pencairan di agen umumnya dikenakan biaya administrasi atau jasa.

Baca Juga: Bogor Punya Sekolah Baru, Wali Kota Bogor Resmikan SDN Duta Pakuan

Besarannya bervariasi tergantung kebijakan agen dan wilayah, meski biasanya tidak terlalu besar.

Meski demikian, potongan ini sering membuat KPM kaget karena saldo yang diterima tidak sama persis dengan yang tercatat di KKS.

Cair di Bank Penyalur, Gratis Biaya Admin

Bagi KPM yang ingin menerima bansos tanpa potongan biaya, pencairan langsung di kantor bank penyalur menjadi pilihan paling aman.

Bank penyalur seperti bank Himbara pada umumnya tidak mengenakan biaya administrasi apa pun untuk pencairan bansos.

Selain bebas potongan, pencairan di bank juga menjamin transparansi saldo.

KPM dapat langsung menanyakan sisa saldo dan riwayat transaksi kepada petugas bank.

Baca Juga: Bogor Punya Sekolah Baru, Wali Kota Bogor Resmikan SDN Duta Pakuan

Namun, kekurangannya adalah jarak kantor bank yang terkadang jauh dari tempat tinggal KPM serta antrean yang cukup panjang, terutama saat pencairan serentak.

Cair Lewat Mesin ATM, Tergantung Pecahan Uang

Pilihan lain yang cukup populer adalah mencairkan bansos melalui mesin ATM.

Cara ini dinilai praktis karena bisa dilakukan kapan saja tanpa harus mengantre lama.

Namun, tidak semua saldo bisa ditarik melalui ATM.

Baca Juga: Drama Loka Unesa, Proyek Kolaboratif Sastra Indonesia Wujudkan Pembelajaran Berbasis Proyek

Jika saldo bansos memiliki nominal yang bukan kelipatan Rp100 ribu, maka sisa saldo tersebut tidak dapat ditarik di ATM.

Mesin ATM hanya menyediakan pecahan tertentu, sehingga KPM sering kali hanya bisa menarik sebagian saldo dan menyisakan uang di rekening.

Sisa saldo tersebut sebenarnya tidak hilang, tetapi tetap tersimpan di rekening KKS. KPM bisa mencairkannya di kesempatan lain melalui agen atau bank.

Mana yang Paling Menguntungkan?

Setiap metode pencairan memiliki konsekuensi masing-masing.

Jika ingin saldo bansos diambil seluruhnya tanpa sisa, agen terdekat bisa menjadi solusi meski ada potongan admin.

Jika ingin uang utuh tanpa potongan, bank penyalur adalah pilihan terbaik.

Sementara ATM cocok bagi KPM yang mengutamakan kepraktisan, dengan catatan saldo harus sesuai pecahan mesin.

Baca Juga: Warga Bogor Tengah Wajib Cek! Ini Cara Mengetahui Status Penerima BLT Kesra Terbaru

KPM diimbau untuk tidak mudah percaya informasi yang menyebut saldo bansos otomatis terpotong oleh pemerintah.

Potongan biasanya berasal dari biaya jasa pencairan di agen, bukan kebijakan resmi penyaluran bansos.

Dengan memahami perbedaan cara pencairan, KPM dapat memilih opsi terbaik sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing agar bantuan sosial benar-benar dimanfaatkan secara optimal.***