POJOKSATU.id - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berencana kembali memberlakukan sistem penjurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Bahasa di SMA mulai tahun ajaran 2027/2028.

Rencana tersebut membuat siswa dan orang tua kembali mencari tahu perbedaan ketiga kelompok peminatan, termasuk mata pelajaran yang dipelajari, manfaat, dan tujuan pembelajarannya.

Dalam sistem penjurusan Kurikulum 2013, siswa mendapatkan mata pelajaran umum yang sama. Perbedaannya terletak pada kelompok mata pelajaran peminatan yang dipelajari lebih mendalam sesuai minat, bakat, dan kemampuan akademik.

Berikut rincian mata pelajaran jurusan IPA, IPS, dan Bahasa berdasarkan struktur Kurikulum 2013.

1. Mata Pelajaran Umum Semua Jurusan

Berdasarkan Permendikbud Nomor 36 Tahun 2018, siswa SMA jurusan IPA, IPS, maupun Bahasa tetap mendapatkan mata pelajaran umum yang sama, meliputi:

  1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti.

  2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn).

  3. Bahasa Indonesia.

  4. Matematika.

  5. Sejarah Indonesia.

  6. Bahasa Inggris.

  7. Seni Budaya.

  8. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK).

  9. Prakarya dan Kewirausahaan.

Perbedaannya terletak pada kelompok mata pelajaran peminatan yang mendapatkan pendalaman materi lebih banyak.

2. Mata Pelajaran Jurusan IPA

Jurusan IPA atau Peminatan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) berfokus pada penguasaan ilmu alam, matematika, serta kemampuan berpikir logis dan analitis.

Ada empat mata pelajaran utama dalam kelompok peminatan ini.

1. Matematika

Mempelajari konsep dan metode perhitungan untuk menyelesaikan persoalan secara sistematis.

Materinya meliputi aljabar, fungsi, persamaan, trigonometri, limit, turunan, integral, matriks, vektor, statistika, dan peluang.

Tujuannya mengembangkan kemampuan berpikir logis, kuantitatif, analitis, dan pemecahan masalah.

2. Biologi

Mempelajari makhluk hidup, struktur tubuh, fungsi organ, serta hubungan organisme dengan lingkungan.

Materinya meliputi sel, jaringan, sistem organ manusia, genetika, evolusi, ekosistem, keanekaragaman hayati, dan bioteknologi.

Tujuannya memberikan pemahaman tentang kehidupan, kesehatan, organisme, dan kelestarian lingkungan.

3. Fisika

Mempelajari gejala alam dan hukum yang menjelaskan hubungan antara materi, energi, ruang, dan waktu.

Materinya meliputi pengukuran, gerak, gaya, hukum Newton, usaha dan energi, momentum, gelombang, listrik, magnet, optik, serta fisika modern.

Tujuannya melatih kemampuan analisis, pengukuran, perhitungan, dan penerapan konsep ilmiah.

4. Kimia

Mempelajari komposisi, struktur, sifat, serta perubahan materi dan energi yang menyertainya.

Materinya meliputi struktur atom, sistem periodik unsur, ikatan kimia, stoikiometri, larutan, reaksi kimia, asam basa, kesetimbangan, elektrokimia, dan kimia organik.

Tujuannya memberikan dasar pemahaman tentang berbagai proses dalam industri, kesehatan, pangan, lingkungan, dan teknologi.

Manfaat dan arah pengembangan kompetensi IPA

Keempat mata pelajaran tersebut mengembangkan kemampuan pengamatan, eksperimen, pengukuran, perhitungan, dan penarikan kesimpulan berdasarkan bukti ilmiah.

Bekal tersebut dapat mendukung siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke bidang kedokteran, farmasi, keperawatan, biologi, fisika, kimia, teknik, teknologi, ilmu komputer, dan kesehatan.

3. Mata Pelajaran Jurusan IPS

Jurusan IPS atau Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial berfokus pada pemahaman masyarakat, perilaku manusia, aktivitas ekonomi, sejarah, serta hubungan manusia dengan lingkungan.

Ada empat mata pelajaran utama dalam kelompok peminatan IPS.

1. Geografi

Mempelajari fenomena geosfer, kondisi wilayah, hubungan manusia dengan lingkungan, serta persebaran fenomena di permukaan bumi.

Materinya meliputi peta, penginderaan jauh, sistem informasi geografis, litosfer, atmosfer, hidrosfer, kependudukan, sumber daya alam, tata ruang, dan mitigasi bencana.

Tujuannya membantu siswa memahami persoalan lingkungan, perubahan wilayah, kependudukan, dan pembangunan.

2. Sejarah

Mempelajari peristiwa masa lalu, perkembangan peradaban, serta perubahan kehidupan manusia.

Materinya meliputi peradaban dunia, kerajaan Nusantara, kolonialisme, pergerakan nasional, proklamasi kemerdekaan, perjuangan mempertahankan kemerdekaan, dan sejarah dunia modern.

Tujuannya mengembangkan kemampuan berpikir kronologis, kritis, memahami sebab-akibat, serta mengambil pelajaran dari masa lalu.

3. Sosiologi

Mempelajari masyarakat, hubungan antarmanusia, kelompok sosial, dan perubahan kehidupan sosial.

Materinya meliputi interaksi sosial, nilai dan norma, sosialisasi, kelompok sosial, stratifikasi, konflik, integrasi, perubahan sosial, dan penelitian sosial.

Tujuannya membantu siswa memahami persoalan kemiskinan, ketimpangan, konflik, budaya, dan perubahan masyarakat.

4. Ekonomi

Mempelajari cara manusia memenuhi kebutuhan dengan sumber daya terbatas, termasuk kegiatan produksi, distribusi, konsumsi, dan pengelolaan keuangan.

Materinya meliputi kebutuhan dan kelangkaan, permintaan dan penawaran, pasar, produksi, distribusi, konsumsi, pendapatan nasional, inflasi, kebijakan fiskal dan moneter, perbankan, serta perdagangan internasional.

Tujuannya membekali siswa memahami aktivitas bisnis, keuangan, pasar, dan kebijakan perekonomian.

Manfaat dan arah pengembangan kompetensi IPS

Kelompok peminatan IPS mengembangkan kemampuan memahami fenomena sosial, menganalisis data, membaca persoalan ekonomi, melakukan penelitian masyarakat, dan memahami dinamika kehidupan manusia.

Bekal tersebut berkaitan dengan bidang pendidikan lanjutan seperti ekonomi, manajemen, akuntansi, hukum, ilmu politik, administrasi publik, sosiologi, hubungan internasional, geografi, dan ilmu komunikasi.

4. Mata Pelajaran Jurusan Bahasa

Jurusan Bahasa atau Peminatan Bahasa dan Budaya berfokus pada kemampuan berbahasa, sastra, komunikasi, kebudayaan, serta pemahaman masyarakat melalui bahasa dan budaya.

Ada empat mata pelajaran utama dalam kelompok peminatan ini.

1. Bahasa dan Sastra Indonesia

Memperdalam kemampuan menggunakan bahasa Indonesia serta memahami karya sastra.

Materinya meliputi tata bahasa, fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, analisis teks, penulisan karya ilmiah, puisi, cerpen, novel, drama, dan kritik sastra.

Tujuannya melatih kemampuan menyampaikan gagasan, menulis, membaca kritis, serta memahami karya sastra.

2. Bahasa dan Sastra Inggris

Memperdalam keterampilan berbahasa Inggris sekaligus pemahaman karya sastra.

Materinya meliputi listening, speaking, reading, writing, tata bahasa, kosakata, analisis teks, dan sastra Inggris.

Tujuannya mengembangkan kemampuan komunikasi internasional dan penggunaan bahasa Inggris dalam berbagai situasi.

3. Bahasa dan Sastra Asing Lain

Pilihan bahasa asing dalam Kurikulum 2013 meliputi Bahasa Arab, Mandarin, Jepang, Korea, Jerman, dan Prancis.

Materinya mencakup kosakata, tata bahasa, percakapan, membaca, menulis, pemahaman budaya, serta teks dan sastra.

Tujuannya membekali siswa dengan kemampuan komunikasi lintas bahasa dan pemahaman kebudayaan negara lain.

Tidak semua bahasa tersebut tersedia di setiap sekolah karena menyesuaikan ketersediaan guru dan fasilitas pembelajaran.

4. Antropologi

Mempelajari manusia, kebudayaan, tradisi, serta perkembangan kehidupan masyarakat.

Materinya meliputi keragaman budaya, sistem kepercayaan, adat istiadat, kekerabatan, bahasa dan kebudayaan, perubahan budaya, serta identitas masyarakat.

Tujuannya mengembangkan pemahaman terhadap keberagaman, toleransi, dan kemampuan melihat fenomena sosial dari perspektif kebudayaan.

Manfaat dan arah pengembangan kompetensi Bahasa

Kelompok peminatan Bahasa dan Budaya mengembangkan kemampuan komunikasi, literasi, analisis teks, penulisan, apresiasi sastra, dan pemahaman lintas budaya.

Kompetensi tersebut dapat menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan ke bidang sastra, pendidikan bahasa, linguistik, penerjemahan, hubungan internasional, komunikasi, antropologi, dan kajian budaya.

5. Tujuan Penjurusan IPA, IPS, dan Bahasa

Dalam kerangka Kurikulum 2013, peminatan akademik dirancang untuk mengembangkan kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai minat, bakat, serta kemampuan akademik siswa.

Ada lima tujuan utama penjurusan SMA.

  1. Memperdalam bidang ilmu tertentu. Siswa memperoleh kesempatan mempelajari kelompok ilmu sesuai peminatannya secara lebih mendalam.

  2. Mengembangkan minat dan bakat. Penjurusan memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi sesuai ketertarikan dan kemampuan akademik.

  3. Mempersiapkan pendidikan tinggi. Pendalaman mata pelajaran sesuai bidang keilmuan diharapkan membuat siswa lebih siap mengikuti perkuliahan.

  4. Mengembangkan kemampuan berpikir. IPA melatih pemikiran logis dan analitis, IPS mengembangkan pemahaman sosial dan ekonomi, sedangkan Bahasa memperkuat komunikasi, literasi, dan pemahaman budaya.

  5. Membantu perencanaan karier. Penjurusan membantu siswa mengenali bidang pendidikan dan pekerjaan yang ingin ditekuni setelah lulus SMA.

6. Manfaat dan Tantangan Penjurusan SMA

Selain memiliki tujuan pendidikan, penjurusan juga berpotensi memberikan manfaat sekaligus tantangan bagi siswa dan sekolah.

Manfaat penjurusan:

  • Pendalaman ilmu lebih terarah. Siswa dapat memusatkan perhatian pada mata pelajaran sesuai minat dan rencana pendidikan lanjutan.

  • Persiapan kuliah lebih terstruktur. Siswa dapat memperkuat kompetensi akademik sesuai bidang studi yang ingin dipilih.

  • Pembelajaran lebih spesifik. Guru dapat mengembangkan praktikum, penelitian, diskusi, dan proyek sesuai karakteristik bidang ilmu.

  • Mengenali potensi akademik. Dengan pendampingan guru bimbingan konseling, siswa dapat menentukan pilihan berdasarkan minat, kemampuan, dan cita-cita.

Tantangan penjurusan:

  • Membatasi eksplorasi lintas disiplin. Siswa berpotensi terlalu berfokus pada satu kelompok ilmu, padahal dunia kerja membutuhkan kemampuan multidisiplin.

  • Munculnya stigma jurusan. Ada risiko anggapan bahwa IPA lebih unggul daripada IPS dan Bahasa, meskipun ketiganya memiliki kedudukan penting.

  • Risiko salah memilih jurusan. Tanpa asesmen dan pendampingan memadai, siswa bisa memilih jurusan yang tidak sesuai minat dan kemampuannya.

  • Kesenjangan fasilitas dan guru. Tidak semua sekolah memiliki laboratorium, tenaga pendidik, dan sarana pembelajaran yang memadai.

  • Pilihan kuliah berpotensi menyempit. Jika penjurusan terlalu kaku, siswa bisa merasa harus memilih program studi yang selalu sesuai dengan jurusan SMA.

Karena itu, pemerintah perlu memastikan penjurusan tidak menjadi penghalang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan di luar bidang peminatannya.

7. Perbedaan Penjurusan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka

Pada Kurikulum 2013, siswa memilih kelompok peminatan akademik IPA, IPS, atau Bahasa. Setiap kelompok memiliki mata pelajaran peminatan masing-masing.

Meski demikian, siswa juga mendapatkan kesempatan mengambil mata pelajaran lintas minat atau pendalaman minat. Artinya, sistem tersebut tidak sepenuhnya menutup kesempatan mempelajari bidang ilmu di luar jurusannya.

Sementara itu, Kurikulum Merdeka menghapus pembagian jurusan IPA, IPS, dan Bahasa. Siswa mendapatkan mata pelajaran umum serta memilih mata pelajaran pilihan sesuai minat, bakat, kemampuan, dan rencana pendidikan lanjutan.

Pemilihan mata pelajaran tersebut dirancang untuk membantu siswa merencanakan studi lanjutan dan karier setelah menyelesaikan pendidikan SMA.

Perbedaan mendasarnya meliputi:

  • Kurikulum 2013: menggunakan sistem peminatan IPA, IPS, dan Bahasa dengan kesempatan mengambil mata pelajaran lintas minat.

  • Kurikulum Merdeka: tidak menggunakan pembagian jurusan, tetapi memberikan keleluasaan memilih mata pelajaran sesuai minat dan rencana pendidikan.

8. Apakah Mata Pelajaran Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa 2027/2028 Akan Sama?

Daftar mata pelajaran dalam artikel ini mengacu pada struktur peminatan Kurikulum 2013 berdasarkan Permendikbud Nomor 36 Tahun 2018.

Sementara itu, rencana pengembalian penjurusan mulai tahun ajaran 2027/2028 belum memastikan bahwa seluruh struktur mata pelajarannya akan sama seperti sebelumnya.

Kemendikdasmen masih perlu menjelaskan sejumlah aspek, antara lain:

  • Daftar resmi mata pelajaran setiap jurusan.

  • Mata pelajaran wajib dan pilihan.

  • Jumlah jam pelajaran.

  • Kesempatan mengambil mata pelajaran lintas jurusan.

  • Mekanisme pemilihan dan perpindahan jurusan.

  • Penyesuaian dengan kebutuhan program studi perguruan tinggi.

Hal ini penting karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah kebutuhan kompetensi siswa.

Sistem penjurusan mendatang idealnya tidak hanya berorientasi pada pengelompokan ilmu konvensional, tetapi juga memberikan ruang bagi penguasaan teknologi, kecerdasan buatan, ekonomi digital, lingkungan, dan bidang keilmuan lainnya.

Dengan begitu, siswa tetap bisa memperoleh pendalaman ilmu sesuai peminatannya tanpa kehilangan kesempatan mengembangkan kemampuan lintas disiplin. ***