POJOKSATU.id – Tes Kemampuan Akademik (TKA) menjadi salah satu instrumen penting untuk mengukur kemampuan siswa, khususnya di jenjang Sekolah Dasar (SD).
Dalam pelaksanaannya, dua mata pelajaran utama yang menjadi fokus adalah Matematika dan Bahasa Indonesia.
Matematika dalam TKA dirancang untuk menguji kemampuan berpikir logis, sistematis, dan kritis siswa.
Pada tingkat SD, materi yang diujikan tidak hanya soal hitung dasar, tetapi juga pemahaman konsep serta kemampuan memecahkan masalah melalui soal cerita.
Materi Matematika yang Diujikan dalam TKA SD
Secara umum, cakupan materi Matematika dalam Tes Kemampuan Akademik jenjang SD meliputi:
1. Aritmetika dasar
Penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian menjadi fondasi utama. Siswa dituntut memahami operasi hitung dengan tepat dan cepat.
Baca Juga: Cair Bertahap, Anggaran THR 2026 Naik 10 Persen, Guru Bersertifikasi Dapat Tambahan
2. Pemahaman konsep bilangan
Meliputi pengenalan bilangan bulat, pecahan, desimal, serta konversinya. Siswa harus mampu membandingkan dan mengurutkan bilangan dalam berbagai bentuk.
3. Geometri sederhana
Materi ini mencakup pengenalan bangun datar dan bangun ruang beserta sifat-sifatnya.
4. Logika dan pemecahan masalah
Soal cerita menjadi bagian penting karena menguji kemampuan analisis dan penerapan konsep dalam kehidupan sehari-hari.
Contoh Soal TKA Matematika SD
Berikut beberapa contoh tipe soal yang biasa muncul dalam TKA:
1. Soal Pecahan dan Pembagian Luas
Pak Eko memiliki tanah seluas 3.600 meter persegi. Tanah tersebut dibagikan 2 per 5 bagian untuk anak pertama, 1 per 3 bagian untuk anak kedua, dan 1 per 4 bagian untuk ditanami pohon pisang.
Siswa diminta menentukan pernyataan yang benar, di antaranya:
Apakah anak pertama mendapat bagian paling luas?
Apakah luas tanah anak kedua tidak lebih dari tanah untuk pohon pisang?
Apakah sisa tanah Pak Eko sebesar 60 meter persegi?
Soal seperti ini menguji kemampuan menghitung pecahan sekaligus membandingkan hasil perhitungan.
2. Soal Operasi Berat dan Satuan
Bu Susi membeli 1 setengah kilogram daging ayam, 3 per 4 kilogram udang, dan 1 sepertiga kilogram tepung terigu.
Siswa diminta menentukan benar atau salah pada sejumlah pernyataan terkait total berat belanjaan. Soal ini menguji kemampuan menjumlahkan pecahan serta mengonversi satuan berat.
3. Soal Perbandingan Pecahan dan Persentase
Diketahui sejumlah pecahan dan desimal seperti 1 dan 3 per 8, 75 persen, 2,25, dan 22 per 5.
Siswa diminta memilih pernyataan yang benar dan menentukan nilai terbesar atau bagian yang diarsir dalam gambar. Soal ini melatih pemahaman hubungan antara pecahan, persen, dan desimal.
4. Soal Konversi Berat Sembako
SD 1 Bina Utama mengadakan bakti sosial. Setiap paket sembako berisi 2,5 kilogram beras, telur 10 hektogram, serta 2 bungkus gula masing-masing 500 gram.
Siswa diminta menghitung total berat paket dan menilai beberapa pernyataan, seperti apakah total berat 4.500 gram benar, apakah telur lebih dari 1 kilogram, dan apakah berat gula tidak lebih dari telur.
Baca Juga: Masuk 10 Hari Kedua hingga Akhir Ramadan, Perkuat Berbagai Amalan Ini untuk Meraih Ampunan Allah
Soal ini melatih ketelitian dalam konversi satuan kilogram, gram, dan hektogram.
5. Soal Kecepatan dan Waktu
Irwan mengayuh sepeda dengan kecepatan 2 meter per detik. Siswa diminta menghitung waktu tempuh untuk jarak 400 meter, 360 meter, dan 380 meter, lalu menentukan pernyataan yang benar.
Soal ini menguji pemahaman konsep jarak, waktu, dan kecepatan.
Mengapa TKA Penting bagi Siswa SD
Tes Kemampuan Akademik bukan sekadar evaluasi hasil belajar. Lebih dari itu, TKA menjadi alat untuk mengukur kesiapan siswa dalam memahami konsep dasar yang akan menjadi fondasi di jenjang pendidikan berikutnya.
Kemampuan berhitung, memahami bacaan, serta memecahkan masalah sejak SD sangat menentukan perkembangan akademik jangka panjang.
Dengan memahami pola dan jenis soal dalam TKA SD, siswa dapat lebih siap menghadapi ujian.
Baca Juga: 5 Perkara yang Menghapus Pahala Puasa, Umat Islam Diminta Muhasabah di 10 Hari Kedua Ramadan
Orang tua dan guru juga diharapkan dapat mendampingi anak dalam melatih kemampuan aritmetika, logika, serta pemahaman konsep bilangan. ***




