JAKARTA, POJOKSATU.id, Masyarakat yang biasa menggunakan Biskita Trans Depok untuk bepergian menuju Stasiun LRT Harjamukti perlu mulai menyiapkan ongkos perjalanan.

Pasalnya, layanan bus yang selama ini dapat dinikmati secara cuma-cuma tersebut akan mulai memberlakukan tarif pada awal 2027.

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok memutuskan mengakhiri subsidi tarif gratis pada koridor pertama untuk menyediakan dukungan anggaran bagi pengoperasian jalur baru.

Kebijakan ini menjadi bagian dari rencana pemerintah memperluas akses transportasi umum bagi warga Depok.

Wali Kota Depok Supian Suri mengungkapkan, pengalihan anggaran dilakukan karena pemerintah daerah harus membiayai operasional layanan yang sudah ada sekaligus mempersiapkan pembukaan koridor berikutnya.

“Kalau hari ini masih gratis, awal tahun depan sudah berbayar karena alokasi gratisnya itu akan kita alihkan untuk (Biskita Trans Depok) koridor 2 jalur Bojong Sari-Terminal Depok,” ungkap Supian Suri.

Pemkot Depok juga akan menerapkan skema tarif berbeda berdasarkan kelompok pengguna.

Penumpang umum dan mahasiswa harus membayar Rp6.000, sedangkan pelajar serta warga lanjut usia yang telah berumur 60 tahun ke atas memperoleh tarif Rp4.000.

Supian menegaskan, terdapat selisih tarif sebesar Rp2.000 antara penumpang umum dan kelompok yang mendapatkan tarif khusus tersebut.

“Jadi ada beda Rp2.000 dibanding dengan masyarakat umum, mahasiswa termasuk masyarakat umum bayar Rp6.000,” kata Supian.

Perubahan kebijakan ini membuat pengguna Biskita Trans Depok perlu menyesuaikan pengeluaran transportasi mulai tahun depan.

Terlebih, selama ini penumpang dapat memanfaatkan layanan tersebut tanpa dipungut biaya.

Daftar Tarif Baru Biskita Trans Depok Tahun 2027

Berdasarkan keterangan Supian Suri, tarif Biskita Trans Depok akan dibagi menjadi dua kelompok.

Berikut rincian biaya yang perlu diketahui calon penumpang:

- Masyarakat umum: Rp6.000.

- Mahasiswa: Rp6.000.

- Pelajar: Rp4.000.

- Lansia berusia 60 tahun ke atas: Rp4.000.

Kebijakan tarif tersebut tidak terlepas dari kebutuhan pembiayaan transportasi umum di Kota Depok.

Pemerintah daerah harus mengatur penggunaan anggaran agar layanan yang telah berjalan tetap beroperasi sekaligus mendukung perluasan jaringan bus.

Supian menyebutkan, biaya operasional Biskita Trans Depok pada 2026 mencapai Rp19 miliar yang ditanggung oleh Pemkot Depok.

Pada saat bersamaan, pemerintah perlu menyediakan dana untuk mengoperasikan koridor kedua yang direncanakan menghubungkan kawasan Bojongsari dengan Terminal Depok.

Jika kedua jalur tetap digratiskan, kebutuhan subsidi akan semakin besar.

Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah untuk menghentikan fasilitas gratis pada koridor pertama dan mengalihkan anggarannya ke jalur baru.

“Sementara di sisi yang lain kita sudah harus mempersiapkan untuk jalur tambahan, koridor 2 dari wilayah terminal Depok sampai ke Bojong Sari. Kalau dua-duanya berjalan, dua-duanya gratis, berat buat kita meng-cover ini. Makanya kita sudah harus mempersiapkan yang koridor 2, koridor 1 sudah harus berbayar,” tuturnya.

Tiga Koridor Biskita Trans Depok Direncanakan Melayani Lebih Banyak Wilayah

Selain menyiapkan penerapan tarif, Pemkot Depok juga berupaya memperluas cakupan layanan Biskita Trans Depok.

Penambahan jalur diproyeksikan dapat memudahkan mobilitas warga sekaligus menjadi salah satu alternatif untuk menekan kepadatan lalu lintas.

Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok Aan Syurahman sebelumnya menjelaskan bahwa layanan Biskita Trans Depok masih beroperasi pada satu koridor, yakni Terminal Margonda menuju Stasiun LRT Harjamukti.

Untuk memperluas jangkauan angkutan umum, pemerintah mengajukan rencana pembentukan koridor kedua dengan rute Sawangan-Terminal Depok.

Selanjutnya, koridor ketiga direncanakan menghubungkan kawasan Permata Depok di Citayam dengan Terminal Jatijajar.

Aan menyampaikan, usulan jalur tersebut mempertimbangkan hasil kajian serta kebutuhan warga terhadap sarana transportasi yang saling terhubung.

Dengan cakupan rute yang lebih luas, masyarakat diharapkan memiliki lebih banyak pilihan untuk menggunakan angkutan umum dalam aktivitas sehari-hari.

Dishub Kota Depok juga telah melakukan komunikasi dengan Kementerian Perhubungan untuk membahas rencana pengembangan layanan Biskita Trans Depok tersebut.

Pemerintah berharap pengelolaan dan pengembangan transportasi ini dapat berjalan secara maksimal sehingga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.

Pemberlakuan tarif pada koridor pertama mulai awal 2027 pun menjadi bagian dari penyesuaian pembiayaan, di tengah rencana Pemkot Depok memperluas layanan Biskita Trans Depok ke sejumlah kawasan lainnya.***