POJOKSATU.ID - Layanan transportasi massal BisKita Trans Pakuan mendadak berhenti beroperasi sejak awal Januari 2026.

Kondisi ini membuat warga Bogor kebingungan, terutama mereka yang selama ini mengandalkan BisKita untuk aktivitas harian seperti bekerja dan bersekolah.

Penghentian operasional tersebut terjadi setelah masa kontrak kerja sama antara Pemkot Bogor dan pihak operator berakhir pada 31 Desember 2025.

Baca Juga: Anggaran Rp1,7 Miliar Disiapkan Pemprov NTB untuk 518 Honorer yang Diberhentikan

Hingga kini, belum ada kepastian kapan layanan kembali berjalan, sehingga memicu keluhan dari masyarakat.

Sejumlah warga mengaku terpaksa kembali menggunakan angkutan umum konvensional atau kendaraan pribadi.

Selain biaya yang lebih mahal, pilihan transportasi alternatif dinilai kurang nyaman dan tidak seefisien BisKita.

Baca Juga: Gubernur Sulteng Tegaskan Tak Ada PHK! Ribuan Honorer Diangkat PPPK Paruh Waktu

“Biasanya pakai BisKita karena terjadwal dan nyaman. Sekarang jadi bingung harus naik apa,” ujar Ipul, Jum’at, 02 Januari 2026.

Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Perhubungan menyatakan penghentian ini bersifat sementara sambil menunggu proses lelang operator baru.

Pemkot memastikan pengoperasian kembali BisKita Trans Pakuan menjadi salah satu prioritas di awal tahun 2026.

Baca Juga: Publik Heboh! Pasal Hidup Bersama dan Perzinaan Resmi Berlaku, Siapa Saja yang Bisa Melapor?

Namun, warga berharap pemerintah lebih transparan dalam menyampaikan progres dan kepastian waktu.

Pasalnya, di tengah penertiban angkot tua dan dorongan penggunaan transportasi publik, terhentinya BisKita justru dinilai sebagai kemunduran layanan.

Masyarakat mendesak agar Pemkot Bogor segera mengambil langkah konkret agar layanan transportasi bisa kembali mengaspal dan melayani warga secara optimal.***