Kota Bandung, POJOKSATU.id - Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman Kota Bandung Luthfi Firadus membenarkan telah melakukan pertemuan dengan warga kawasan taman Teuku Umar. Dan sesuai arahan wali kota Bandung penataan taman disana tetap harus menyerap aspirasi warga.

"Arahan Pak Wali Kota, seperti statement sebelumnya ya, menyerap aspirasi warga. Nah, kesepakatannya area skatepark yang 30% itu tidak jadi dilaksanakan. Jadi, area itu diganti namanya menjadi communal space buat pertemuan warga itu," jelas Luthfi, Jumat (6/11/2026).

Sisa lahannya akan dibangun mini soccer dengan area permainan anak, termasuk jogging track.

"Namun tidak termasuk pemagaran-pemagaran seperti itu. Jadi konsep yang disepakati memang akhirnya tidak ada skatepark di sini ya, pertama karena memang warga kan mengeluhkan soal masalah nanti ada polusi kebisingan. Terus dari sisi teknis memang skatepark tuh ideal di tempat-tempat ruang-ruang yang densitas suaranya memang sudah sangat bising, termasuk di bawah flyover," paparnya.

Lanjutnya karena ada area lahan di bawah flyover, tetap itu akan digunakan area skatepark yang memang sekarang sudah aktif.

Namun area tersebut memang butuh penataan, direncanakan tahun depan akan melaksanakan penataan area skatepark di sana.

"Jadi sudah sepakatlah komunitas skatepark dengan kami DPKP, lalu warga RW 09 di sini, dan pak Wali Kota, seperti itu," terangnya.

Pengerjaan penataan seharusnya dilakukan seminggu lalu, namun ada kendala sehingga baru bisa Senin depan mulai berjalan.

Menurut Luthfi kesepakatan tersebut bisa diapresiasi masyarakat.

"Ya, sementara kondisi di lapangan amanlah, malah warga sekitar mengapresiasi, minta beres-beres opsih kotor katanya dan minta penerangan dinyalakan lagi, ada beberapa yang sempat putus. Saya pikir kan, revitalisasi Teuku Umar itu sudah lama, terakhir 2016, jadi memang kondisinya sangat mengkhawatirkan dari sisi infrastruktur, warga sekitar kan komplain juga soal masalah kebersihan nih," tandasnya.

Lanjutnya untuk pengawasan taman tersebut dari lima orang bertambah menjadi sepuluh orang.

"Karena saya pikir 'kan sayang, rada terbengkalai gitu Taman Fitness ini tuh. Sekalian kita akan ada penamaan lagi sesuai toponimi kajian dari Disbudpar, masalah Taman Fitness menjadi Taman Teuku Umar sesuai kajian," tuturnya seraya mengatakan anggaran penataan sendiri kata Luthfi tetap di angka Rp 3,1 miliar karena CCO (Contract Change Order) dimaksimalnya 10%.