Kota Bandung, POJOKSATU.id - 7.800 anak usia 6 hingga 18 tahun di Kota Bandung terdata tidak sekolah. Ribuan anak tersebut saat ini ada yang diam dirumah, bekerja, hingga menjadi anak jalanan.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan untuk penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) tersebut, saat ini pihaknya sangat berharap pada program Sekolah Rakyat.

"Sekolah Rakyat sudah dioperasikan oleh Kementerian Sosial di Kota Bandung dan saat ini ada dua lokasi. Insyaallah, mudah-mudahan pada pertengahan November kita sudah menerima hibah tanah dari Presiden Prabowo untuk membangun satu Sekolah Rakyat lagi di Gedebage,” ujar Farhan di hotel Grandia, Kamis (5/11/2026).

Namun sayangnya, anak-anak tersebut tidak bersekolah bukan hanya karena keterbatasan ekonomi atau keinginannya semata tetapi juga karena tidak mendapatkan dukungan dari orang tua.

"Kalau ada orang tua yang tidak mendukung anaknya bersekolah, itu sudah masuk ke ranah hak anak. Saya pernah menemukan contoh dua anak yang berada di dalam toilet umum di Leuwi Panjang. Saya bertanya, 'Ibu kamu ke mana?' Mereka menjawab, 'Ibu saya sudah tidak ada.' Lalu saya bertanya lagi, 'Bapak kamu ke mana?' Dijawab, 'Sedang memulung.' Kemudian saya bertanya, 'Kamu sedang apa di sini?' Mereka menjawab, 'Tidak tahu, Pak. Saya ingin sekolah.' Akhirnya kita ambil dan kita sekolahkan. Namun, karena rata-rata usia mereka sudah di atas usia sekolah, kita masukkan ke Sekolah Rakyat,” bebernya.

Terkait target penanganan ATS sendiri, sekali lagi, kata Farhan mengandalkan Sekolah Rakyat.

"Kemudian, ada juga pemberdayaan sekolah swasta melalui Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) untuk menampung anak-anak tersebut, termasuk di madrasah dan pesantren, memang dari 7.800 ini baru ratusan yang terserap," tuturnya.

Kata Farhan hal itu karena banyak anak yang usianya sudah belasan tahun tetapi belum pernah mengenyam pendidikan sama sekali. Karena itu, penanganannya harus berbasis masyarakat.