POJ0KSATU.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat komitmen dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan.

Menjelang akhir tahun 2025, Pemkot melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) siap menerima 81 unit armada pengangkut sampah baru. Armada tersebut terdiri dari 27 unit truk sampah dan 54 unit truk arm roll.

Langkah ini merupakan bagian dari program peremajaan kendaraan operasional dan peningkatan kapasitas pengelolaan sampah di seluruh wilayah Tangsel.

Baca Juga: Tata Laksana Asma pada Anak, Dewasa, dan Ibu Hamil Angkatan 1, Basis Bukti Ilmiah dan Edukasi Lintas Profesi, Petik Poin Hingga 3,8 SKP

Pasalnya, sejumlah armada lama dinilai sudah tidak layak pakai dan membutuhkan penggantian agar tidak menghambat kinerja petugas di lapangan.

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, mengatakan bahwa seluruh armada baru didesain dengan teknologi yang lebih ramah lingkungan.

Salah satunya dilengkapi fitur penampung lindi, yaitu cairan limbah dari tumpukan sampah yang kerap menimbulkan bau tidak sedap di jalanan.

Baca Juga: Presiden Prabowo Setujui Skema Baru, Tunjangan Profesi Guru Bakal Dibayar Per Bulan, Mulai Kapan?

“Truk sampahnya nanti bisa menampung lindi, supaya tidak ada lagi limbah yang tercecer di jalan dan mengganggu kenyamanan masyarakat,” ujar Benyamin, Kamis (6/11/2025).

Dengan adanya inovasi tersebut, Pemkot berharap pengelolaan sampah bisa berjalan lebih efisien tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar.

Sementara itu, Kepala UPTD Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, Desna Gera Andika.

Baca Juga: Kapolda Gorontalo Tekankan Pentingnya Peran Pramuka dalam Membentuk Generasi Muda Nasionalis

Menjelaskan bahwa pengadaan armada baru ini telah dimasukkan dalam anggaran perubahan APBD 2025 dengan total nilai sekitar Rp12 miliar.

“Seluruh unit akan diterima dan mulai beroperasi pada awal Desember mendatang,” terang Desna.

Selain menambah armada baru, DLH juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kendaraan lama.

Truk-truk yang dinilai masih layak pakai tetap akan digunakan, sedangkan yang rusak atau bocor akan segera dipensiunkan.

“Dengan kondisi dan keterbatasan yang ada, kami memastikan truk yang beroperasi dalam keadaan layak. Minimal tidak ada bagian arm roll yang rusak atau bocor,” tambahnya.

Baca Juga: Kemenag Sumbar Perkuat Kemandirian Ekonomi Pesantren Melalui Expo di UIN Bukittinggi

Desna juga memberikan apresiasi kepada masyarakat yang aktif memberikan laporan terkait truk sampah yang sudah tak layak beroperasi.

Menurutnya, partisipasi publik menjadi bentuk sinergi nyata antara pemerintah dan warga dalam menjaga kebersihan kota.

“Laporan masyarakat menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk meningkatkan kualitas layanan.

Baca Juga: Gubernur Dedi Mulyadi Perkuat Sinergi dengan Kejati Jabar, Siapkan Kereta Gratis untuk Hasil Panen Petani

Kami juga mengajak warga untuk ikut mengurangi timbulan sampah dengan memilah dari rumah,” pungkasnya.

Dengan penambahan 81 armada baru ini, Pemkot Tangsel optimistis pelayanan pengangkutan sampah akan semakin cepat.

Efektif, dan ramah lingkungan demi mewujudkan kota yang bersih dan sehat bagi seluruh warganya.***