PANYABUNGAN, POJOKSATU.id, Dewan Syuro dan Tanfidziyah DPC PKB Mandailing Natal (Madina) 2026-2031 resmi dikukuhkan DPW PKB Sumut di Hotel Rindang, Panyabungan, Sabtu (24/10).

Ketua Dewan Tanfidziyah DPC PKB Madina periode 2026-2031, Edi Anwar Nasution, memberikan tiga pesan penting bagi jajaran pengurus DPC dan DPAC PKB yang hadir.

Sementara mantan Ketua PKB periode sebelumnya, Khoiruddin Faslah Siregar memberikan pesan pada Bupati Saipullah Nasution dan Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution.

Edi Anwar Nasution dalam sambutannya meminta Dewan Syuro PKB agar memberikan masukan yang lebih tajam, lebih ekstrim, lebih konstruktif, agar DPC PKB Madina bisa bergerak lebih cepat ke depan.

“Saya berdiri di sini bukan karena saya pintar, bukan karena hebat. Saya berdiri di sini karena saya ditunjuk menjalankan sebuah amanah untuk memimpin bahtera besar DPC PKB Mandailing Natal,” ujar Edi Anwar Nasution.

Menurutnya, politik DPC PKB Madina saat ini bukanlah untuk kekuasaan, akan tetapi untuk ibadah.

“Target saya juga tidak muluk-muluk. Saya hanya memberikan tiga pesan penting bagi pengurus DPC PKB Madina,” jelasnya.

Pesan pertama, solidkan struktur dan kuatkan akar PKB Madina. Dimana PKB Madina harus hadir ke pelosok-pelosok di 404 ranting desa dan kelurahan.

Pesan penting kedua, Edi Anwar akan menjadikan kantor DPC PKB Madina sebagai rumah rakyat. Kantor PKB Madina bukan saja untuk kader, tapi juga rumah bagi petani dan pelaku UMKM di Madina.

“Kantor PKB kita buka 24 jam. Kantor PKB kita jadikan rumah rakyat,” tegasnya.

Pesan penting ketiga dari Edi Anwar Nasution yaitu agar PKB menang bermartabat di tahun 2029. PKB Madina akan menjalankan politik yang bermartabat.

Sementara itu, Ketua PKB Madina 2022-2026, Khoiruddin Faslah Siregar, dalam sambutannya menyebutkan bahwa PKB merupakan salah satu partai pengusung pasangan Bupati Saipullah Nasution dan Wabup Atika Azmi Utammi pada Pilkada 2024 lalu.

“Pak Saipullah sangat dirindukan PKB. Ibu Atika, ibu wakil bupati juga sangat dirindukan PKB di momen-momen seperti ini,” ujar Faslah Siregar yang menjadi pengurus DPC PKB Madina selama empat periode ini.

“Saya berharap PKB Madina lebih banyak lagi berkontribusi membangun Madina. Kita sudah lima kali ikut Pilkada. Hanya gagal di 2005. Empat kali kita mengusung calon, empat kali mendapatkan kepercayaan masyarakat di Mandailing Natal,” ujarnya.

“Selamat dan sukses kepada pengurus baru. Nanti ke depan, saya berharap lebih baik dari pengurus sebelumnya,” jelasnya lagi.

Sementara itu, Wakil Ketua DPW PKB Sumut Muniruddin Ritonga dalam sambutannya menyebutkan bahwa PKB Mandailing Natal harus menjadi pemenang legislatif dan sekaligus juga harus menjadi pemenang kursi di DPRD Madina.

“Tahun 2024 kita menang suara di legislatif tetapi kita belum menang kursi DPRD,” ujarnya.

Dia juga menitipkan satu pesan penting bagi pengurus DPC PKB Madina.

“Saya ingin menyampaikan pesan Tan Malaka. Kearifan tukang kayu. Dimana tidak ada kayu yang tersisa. Dalam politik, semua komponen masyarakat harus dipergunakan. Semua komponen masyarakat harus diberdayakan,” bebernya.

Menurutnya, PKB Madina harus menjalin hubungan dengan pemerintah daerah sepanjang hubungan itu berhubungan dengan kepentingan rakyat.

Sementara itu, Asisten III Pemkab Madina, Lismulyadi Nasution, menyebutkan bahwa Bupati dan Wakil Bupati sedang berada di Medan dan Jakarta, begitu juga dengan Sekda Madina juga berada di Medan.

“Kami akan bacakan pidato Bupati. Bukan pidato saya ya. Kami membacakan pidato Beliau,” ujarnya.

Menurut pidato tertulis Bupati, masyarakat di Madina sudah harus meninggalkan konstestasi politik yang sudah lewat. Dan saat ini harus bergandengan tangan membangun Madina.

“Kami berharap partai politik menjadi mitra strategis pemerintah daerah untuk membangun Mandailing Natal,” ujar Bupati dalam pidato tertulis itu.

Tiga poin utama bermitra yang diinginkan bupati bersama partai politik di Mandailing Natal antara lain penguatan ekonomi rakyat, peningkatan SDM pendidikan sebagai investasi bagi Madina, dan membangun budaya politik yang santun.

“Perbedaan hendaknya tidak menjadi sumber perpecahan,” pesan Bupati Madina.***