JAKARTA, POJOKSATU.id, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan kesempatan kepada seluruh wilayah administrasi untuk mengadakan kompetisi sepak bola di tempat-tempat yang memungkinkan, salah satunya melalui turnamen Liga Aspal.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan persetujuan tersebut menyusul rencana Pemerintah Kota Jakarta Timur mengadakan pertandingan Liga Aspal di bawah Flyover Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara.

Pramono menilai, minimnya ketersediaan lapangan sepak bola di sejumlah kawasan mendorong masyarakat untuk memanfaatkan area lain sebagai tempat pertandingan.

Salah satu alternatif yang mulai dilirik adalah permukaan jalan beraspal.

Kendati demikian, pemilihan lokasi harus dilakukan secara cermat agar kegiatan olahraga tidak menimbulkan persoalan bagi masyarakat sekitar.

Untuk wilayah Jakarta Timur, Pramono telah menyetujui pelaksanaan kompetisi tersebut dengan memperebutkan Piala Wali Kota Jakarta Timur.

“Saya menyetujui untuk di Jakarta Timur ini digulirkan pertandingan liga aspal. Karena kemarin marak, tidak semua tempat bisa digunakan untuk Liga Aspal, tetapi di Jakarta Timur, termasuk di Kampung Melayu ini saya yakin bisa digunakan untuk Liga Aspal dan untuk itu menyetujui kalau kemudian Liga Aspal memperebutkan Piala Wali Kota Jakarta Timur,” kata Pramono.

Persetujuan itu juga berpotensi menjadi kesempatan bagi daerah lain di Jakarta untuk mengembangkan turnamen sepak bola sesuai ketersediaan ruang di wilayah masing-masing.

Pramono menegaskan bahwa penyelenggaraan kompetisi tidak wajib dilakukan di jalan beraspal. Sejumlah fasilitas publik lain, seperti Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), juga bisa digunakan sebagai lokasi pertandingan.

Ia mengingatkan agar penyelenggara tetap menjaga kondisi lingkungan dan tidak menjadikan kegiatan olahraga sebagai alasan untuk mengubah atau merusak fasilitas yang sudah tersedia.

“Jadi, intinya apa yang dimulai di Jakarta Timur, nanti saya akan izinkan semua daerah untuk mempunyai Liga Aspal kalau memang ada, atau liga apa, RPTRA juga nggak apa-apa. Yang penting jangan kemudian merusak taman dan sebagainya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Pramono memandang kompetisi sepak bola antarkawasan dapat menjadi sarana untuk mengarahkan aktivitas generasi muda ke kegiatan yang lebih produktif.

Melalui turnamen tersebut, anak-anak muda diharapkan memiliki wadah untuk menyalurkan kemampuan, minat, serta semangat berkompetisi secara sehat.

Upaya ini sekaligus diharapkan mampu mengurangi peluang terjadinya aksi tawuran yang melibatkan kalangan remaja.

“Intinya bahwa energi ataupun kelebihan yang dimiliki oleh anak-anak muda kita itu tersalurkan dengan baik,” kata dia.

Dengan demikian, pelaksanaan Liga Aspal maupun kompetisi sepak bola di ruang alternatif dapat dikembangkan di berbagai wilayah Jakarta.

Pemanfaatan lokasi tersebut tetap harus memperhatikan aspek keselamatan, kenyamanan warga, serta kondisi taman dan fasilitas umum agar tidak menimbulkan kerusakan.***