CIREBON, POJOKSATU.ID - Insiden pelemparan bus rombongan suporter Persija Jakarta, The Jakmania, di Tol Palikanci, Kabupaten Cirebon, menuai kecaman dari Jakmania Cirebon.
Peristiwa yang menyebabkan dua suporter mengalami luka-luka itu dinilai sebagai tindakan yang membahayakan keselamatan dan tidak seharusnya terjadi di tengah semangat persaudaraan sepak bola.
Ketua Biro The Jakmania Cirebon, Syahril Rizky Kurniawan, menyayangkan insiden pelemparan yang terjadi di KM 199.800, Desa Astapada, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon.
Akibat kejadian tersebut, dua suporter harus mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Mitra Plumbon.
Syahril berharap aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus tersebut, termasuk mengungkap identitas pihak-pihak yang terlibat, agar proses hukum dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kami berharap pihak kepolisian segera menindaklanjuti dan mengusut tuntas insiden tersebut agar kejadian serupa tidak terulang kembali,"ucapnya Rabu (14/10/2026)
Selain meminta penegakan hukum, Jakmania Cirebon juga mengimbau masyarakat dan seluruh kelompok suporter sepak bola untuk menjaga ketertiban serta mengedepankan sikap saling menghormati.
Menurutnya, perbedaan dukungan terhadap klub sepak bola tidak seharusnya menjadi alasan untuk melakukan tindakan kekerasan yang dapat mengancam keselamatan orang lain.
Syahril juga mengajak seluruh suporter menjadikan sepak bola sebagai ruang untuk mempererat persaudaraan, bukan memicu permusuhan.
"Mari bersama-sama menjaga kondusivitas, menjunjung tinggi sportivitas, dan menjadikan sepak bola sebagai ajang persaudaraan, bukan permusuhan," ujarnya
Sementara itu, aparat kepolisian telah melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian pada Selasa (13/10/2026) siang untuk mendalami kasus tersebut dan mengungkap identitas terduga pelaku.
Polisi menduga lebih dari lima orang terlibat dalam insiden yang mengakibatkan dua suporter mengalami luka di bagian tangan tersebut.
Jakmania Cirebon berharap penyelidikan berjalan tuntas sehingga pihak yang bertanggung jawab dapat diproses secara hukum dan keamanan bagi para suporter sepak bola tetap terjaga.***





