JAKARTA, POJOKSATU.id, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) segera melakukan pembangunan fasilitas lift di kawasan Halte BRT Dukuh Atas, Jakarta Pusat.
Pekerjaan tersebut akan dimulai pada Senin, 9 November 2026, untuk memperluas kemudahan akses bagi pengguna transportasi umum.
Kepala Departemen Humas dan CSR PT Transportasi Jakarta Ayu Wardhani menjelaskan bahwa penyediaan lift ditujukan untuk mendukung kebutuhan mobilitas berbagai kalangan, terutama penyandang disabilitas, lanjut usia, perempuan hamil, serta penumpang yang membutuhkan akses khusus.
Ayu menyebut pembangunan ini menjadi salah satu langkah Transjakarta dalam menghadirkan sarana transportasi yang dapat digunakan secara setara oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Pembangunan fasilitas lift di Halte Dukuh Atas ini adalah bagian dari upaya kami untuk menciptakan sistem transportasi publik yang inklusif dan setara bagi seluruh warga Jakarta,” ujar Ayu.
Dia menambahkan, pengembangan fasilitas ramah akses di Halte Dukuh Atas merupakan kelanjutan dari program serupa yang sudah diterapkan di beberapa halte Transjakarta lainnya.
Melalui penambahan sarana tersebut, Transjakarta ingin memastikan pelanggan dapat mengakses layanan transportasi umum dengan lebih praktis dan nyaman untuk menunjang kegiatan sehari-hari.
Ayu berharap fasilitas baru itu nantinya mampu mengurangi hambatan mobilitas masyarakat, khususnya kelompok pengguna yang membutuhkan dukungan aksesibilitas.
“Kami berharap penambahan aksesibilitas ini dapat meningkatkan kenyamanan dan kemudahan masyarakat dalam bermobilitas sehari-hari menggunakan Transjakarta,” kata Ayu.
Proyek Lift Ditargetkan Selesai dalam Lima Bulan
Proses pembangunan fasilitas lift di Halte BRT Dukuh Atas diperkirakan membutuhkan waktu sekitar lima bulan hingga selesai.
Transjakarta memastikan pekerjaan konstruksi tersebut tidak akan menghentikan aktivitas penyeberangan maupun penggunaan akses Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di sekitar halte.
Dengan demikian, masyarakat masih dapat memanfaatkan JPO Halte Dukuh Atas untuk menyeberang selama proyek berlangsung.
Kendati akses tetap dibuka, pelanggan diingatkan agar lebih berhati-hati ketika melewati kawasan yang berdekatan dengan lokasi pengerjaan.
Transjakarta turut meminta pengertian masyarakat apabila aktivitas pembangunan nantinya menimbulkan gangguan atau ketidaknyamanan bagi pengguna layanan.
Ayu menyampaikan bahwa dukungan pelanggan sangat diperlukan agar proses peningkatan fasilitas transportasi tersebut dapat berjalan dengan baik.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang timbul. Dukungan serta kerja sama dari seluruh pelanggan sangat diapresiasi demi mewujudkan layanan transportasi publik yang semakin aman, nyaman, dan inklusif,” tutur Ayu.***



