JAKARTA, POJOKSATU.id, Kondisi lapangan Jakarta International Stadium (JIS) yang menuai kritik dari kubu Persija Jakarta mendapat tanggapan dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Ia memastikan pengelola stadion akan melakukan pembenahan agar kualitas rumput kembali mendukung penyelenggaraan pertandingan sepak bola.
Sorotan tersebut muncul setelah pelatih Shin Tae Yong dan pemain Persija, Rizky Ridho, menyampaikan keluhan mengenai kondisi lapangan yang dianggap kurang baik.
Pramono menyatakan bahwa penyempurnaan rumput akan segera dikerjakan untuk mengatasi kekurangan yang masih terlihat.
Pramono mengungkapkan bahwa dirinya hadir langsung menyaksikan duel Persija Jakarta kontra Persik Kediri pada Senin, 26 Oktober 2026.
Pertandingan lanjutan Super League itu berakhir dengan kemenangan Persija setelah menundukkan tim tamu dengan skor 2-1.
Ia turut mengungkapkan rasa syukurnya atas hasil pertandingan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Pramono juga melontarkan komentar mengenai hubungan kedua tim dengan dukungan dari tokoh daerah masing-masing.
"Kebetulan kemarin saya nonton bola secara langsung. Alhamdulillah pertandingan El Clasico anak bapak ya. Karena kebetulan kan orang juga tahu bahwa Persik Kediri adalah salah satu suporter utamanya adalah Bupati Kediri. Dan alhamdulillah bapaknya yang menang," kata Pramono.
Di balik hasil positif yang diraih Persija, persoalan kualitas rumput JIS tetap menjadi catatan penting.
Lapangan tersebut diketahui baru digunakan untuk menggelar konser sehingga memerlukan proses pemulihan sebelum kembali difungsikan sebagai arena pertandingan sepak bola.
Pramono menjelaskan, waktu yang dibutuhkan untuk menyiapkan lapangan setelah konser kini jauh lebih singkat dibandingkan sebelumnya.
Ia menilai bahwa stadion dapat kembali digunakan untuk pertandingan hanya dalam waktu sekitar satu pekan merupakan perkembangan yang patut diapresiasi, meskipun hasilnya belum sepenuhnya sempurna.
"Bahwa kemudian dalam pertandingan itu masih ada rumput yang belum sempurna sebenarnya ini sudah sesuatu yang luar biasa. Kenapa luar biasa? Kalau dulu penyelesaian rumput habis konser dan sebagainya itu kan hanya butuh waktu 2-3 bulan. Sekarang sudah satu minggu bisa dilakukan pertandingan," ujarnya.
Kendati demikian, Pramono mengakui masih ada bagian yang perlu dibenahi.
Ia menyampaikan bahwa PT Jakarta Propertindo (JakPro), perusahaan yang mengelola JIS, telah memberikan informasi mengenai rencana penyempurnaan kondisi rumput stadion tersebut.
Pramono berharap langkah perbaikan bisa segera direalisasikan sehingga kondisi lapangan semakin layak digunakan oleh para pemain.
"Bahwa ada kekurangan, kemarin Pak Dirut Jakpro menyampaikan kepada saya segera akan dilakukan penyempurnaan terhadap itu. Dan mudah-mudahan segera bisa kita perbaiki," imbuhnya.
Sebelumnya, Shin Tae Yong menyampaikan kritik tajam terhadap kualitas rumput JIS setelah Persija menuntaskan pertandingan melawan Persik Kediri.
Menurutnya, kondisi lapangan yang buruk menjadi persoalan serius karena dapat memengaruhi jalannya pertandingan.
Shin menilai standar lapangan seharusnya menjadi perhatian utama agar pemain bisa bertanding dengan nyaman dan memperlihatkan kemampuan terbaiknya.
"Kondisi lapangan sangat-sangat tidak baik. Sebenarnya tidak boleh bermain bola dengan kondisi lapangan seperti itu," ucap Shin.
Ia juga meminta agar kondisi tersebut dijadikan bahan evaluasi oleh pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan stadion.
Perawatan yang lebih baik dinilai penting untuk menjaga kualitas pertandingan sekaligus memberikan pengalaman menonton yang menyenangkan bagi suporter.
Kritik terhadap rumput JIS tidak hanya datang dari sang pelatih.
Rizky Ridho juga menyampaikan kekecewaannya karena kondisi lapangan dinilai menghambat permainan Persija maupun Persik Kediri.
Bek Persija itu mengatakan, tim tamu sebenarnya memiliki kemampuan untuk membangun serangan melalui kombinasi operan pendek.
Namun, kualitas lapangan yang kurang mendukung membuat pola permainan tersebut sulit dikembangkan secara maksimal.
"Kita juga respect kepada Persik. Mereka mempunyai permainan yang sangat bagus ketika one-two touch, seperti itu. Tapi mereka juga enggak bisa main dengan bagus di lapangan seperti ini. Jadi, saya kira kita juga kurang respek dengan bermain di lapangan seperti ini menghadapi tim lawan dan menyambut tim lawan. Jadi, kurang enak lah, jujur," katanya.
Ridho turut mengungkapkan bahwa target meraih gelar juara menjadi lebih sulit diwujudkan apabila kondisi lapangan tidak mendukung performa tim.
Menurutnya, pemain dituntut tampil maksimal setiap musim, tetapi fasilitas pertandingan juga perlu menunjang upaya tersebut.
"Jadi susah juga. Kami targetnya juara, tapi lapangan seperti ini," ungkap Ridho.
Keluhan yang disampaikan Shin Tae Yong dan Rizky Ridho menjadi pekerjaan rumah bagi pengelola JIS.
Janji perbaikan dari Pramono Anung diharapkan dapat ditindaklanjuti dengan pembenahan menyeluruh agar rumput stadion tidak lagi mengganggu kualitas permainan, terutama setelah venue tersebut digunakan untuk kegiatan di luar sepak bola.***






