POJOKSATU.ID - Indonesia dan Australia memperkuat kemitraan di bidang ekonomi setelah kerjasama kedua negara belakangan ini sangat prospektif.
Penguatan kemitraan itu ditandai dengan kegiatan Indonesia-Australia Prosperity Exhibition 2025 di Jakarta, Rabu 6 Agustus 2025.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Duta Besar Australia Gita Kamath dan Wakil Menteri Perdagangan Indonesia Dyah Roro Esti.
Baca Juga: Presiden Prabowo: Perayaan HUT ke-80 RI Digelar Sederhana, Fokus Utama Masih Pekerjaan untuk Rakyat
Prosperity Exhibition 2025 mempertemukan para pemimpin pemerintahan, inovator industri, dan mitra pembangunan untuk merayakan berkembangnya kemitraan ekonomi antara Indonesia dan Australia.
Sejak Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA) mulai berlaku, perdagangan antara kedua negara telah berlipat ganda, mencapai A$35,4 miliar pada 2024.
“Pameran ini merupakan sebuah pengingat yang kuat tentang apa yang bisa diraih oleh Indonesia dan Australia bersama-sama," ujar Wakil Duta Besar Australia, Kamath.
Baca Juga: Kolaborasi Jiwa Jepang dan Nafas Jawa Dalam Kanvas 'Dunia Dalam Damai'
Menurutnya, melalui Katalis, Australia tidak hanya memperjualbelikan barang tapi juga membangun keterampilan, menciptakan lapangan kerja.
"Kerja sama yang membentuk ekonomi regional yang lebih inklusif dan tangguh,” tuturnya.
Satu hal yang utama dari pameran ini adalah Pameran Program Katalis, menyoroti lima tahun
kolaborasi IA-CEPA yang berdampak besar.
Baca Juga: Menkeu: Rp750 Triliun APBN 2025 Dialokasikan untuk Pendidikan, Kunci Penguatan Sains dan Teknologi
Pameran Program Katalis menampilkan berbagai kisah sukses dari sektor prioritas, termasuk kesehatan dan perawatan lansia, pelatihan vokasi, transformasi digital, dan pertanian.
“Beberapa pencapaian Katalis layak mendapat pengakuan, seperti mempercepat ekspor buah ke
Australia, mendukung proyek percontohan untuk mengekspor produk kakao premium Indonesia, dan memberdayakan kewirausahaan perempuan," ujar Dyah Roro Esti, Wakil Menteri Perdagangan Indonesia.
Katalis telah memfasilitasi hubungan yang bermakna antara pelaku bisnis Indonesia dan Australia, yang berkontribusi pada hubungan bilateral kedua negara.
Beberapa kesuksesan lainnya adalah kemitraan antara University of New England dan Universitas Binawan.
Kerjasama ini dalam bentuk pelatihan perawatan lansia bersertifikat Australia di Jakarta melalui kerja sama dengan Living Well Seniors Communities.
Perusahaan di bidang identitas digital Privy juga berbagi perjalanannya memasuki pasar Australia, yang didukung oleh Katalis.
Baca Juga: Forkim Pertanyakan Keabsahan Ijazah Dirut PDAM Tirta Bhagasasi
Pameran Katalis menggarisbawahi peran program ini sebagai katalisator untuk pertumbuhan inklusif dan hubungan bilateral yang siap menghadapi masa depan—hubungan yang terus berkembang melalui visi bersama dan kerja sama strategis.***
Baca dan komentari artikel Pojoksatu.id lainnya melalui aplikasi kami di bawah ini:




