POJOKSATU.id, SUMUT- Dalam menghadapi perubahan iklim dan mengatasi bencana, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara perlu meningkatkan kemampuan dalam beradaptasi.
Hal ini disampaikan praktisi kemanusiaan dan kebencanaan Maman Natawijaya. Menanggapi kesiapan Pemprovsu dalam menangani perubahan iklim.
BACA JUGA: Edy Rahmayadi Pastikan Kesiapan Sumut Hadapi Perubahan Iklim dan Antisipasi Bencana
"Adaptasi yang dimaksudkan ini bagaimana kita kemudian memiliki skill atau kemampuan dengan menjaga lingkngan hidup, seperti tidak buang sampah ke sungai, tidak menebang hutan, melakukan penghijaun, penutupan vegetasi di sekitaran bataran sungai" tutur Maman Natawijaya
Menurutnya adaptasi ini bisa dilakukan dengan berbagai macam cara. Seperti, adanya peraturan pembangunan, serta aktivitas melalui dinas-dinas terkait, dan adanya payung hukum atau peraturan daerah.
"Penanganan banjir misalnya dibutuhkan pembangunan tata kelola yang baik seperti resapan air, perlindungan dan pengelolaan mata air. Ini harus menjadi perhatian di setiap lini." kata Fasilitator Kebencanaan ini.
Ia juga menambahkan bencana banjir di Sumut sering sekali terjadi karena ketidakmampuan sungai menerima debit air yang sangat tinggi.
"Ketidakmampuan sungai menampung debit air ini juga ada hubungannya dengan ketidakmampuan hutan di hulu. Contohnya saja hulu Sungai Deli yang ada di Kota Medan berada di Sibolangit Kabupaten Deli Serdang, hutan Sibolangit itu sudah semakin parah. Dan kita tidak melihat keseriusan pemerintah baik provinsi maupun kota dan kabupaten serius menangani ini." ujar Maman Natawijaya
Ditambahkannya juga perubahan iklim sesuatu yang tidak dapat dihindari akibat dari aktivitas manusia yang merambah di berbagai sektor, mulai dari pembukaan lahan pertanian, penggunaan gas emisi, serta aktivitas terkait lingkungan hidup. (TIK/pojoksatu)




