POJOKSATU.id, Pemerintah terus menggenjot pengembangan Sekolah Rakyat untuk memastikan anak-anak dari keluarga prasejahtera mendapatkan peluang pendidikan yang layak.
Sejak diluncurkan pada Juli 2025, program tersebut menunjukkan berbagai perkembangan, mulai dari bertambahnya peserta didik hingga penyediaan infrastruktur dan munculnya prestasi siswa di tingkat nasional.
Capaian Sekolah Rakyat turut disampaikan pemerintah dalam sidang kabinet yang mengevaluasi dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dalam pemaparan tersebut, pemerintah menyebut telah menghadirkan 265 Sekolah Rakyat, mengembalikan 44 ribu anak jalanan ke dunia pendidikan, serta melakukan renovasi terhadap 30 ribu sekolah.
Presiden Prabowo Subianto memandang program Sekolah Rakyat sebagai bentuk upaya negara dalam memberikan kesempatan kedua kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan dan memperbaiki masa depan mereka.
“Tidak ada investasi yang lebih berharga daripada mengembalikan masa depan seorang anak,” kata Prabowo.
Program ini dirancang bukan hanya untuk memberikan pendidikan secara cuma-cuma, tetapi juga membantu memutus kemiskinan yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Pemerintah turut mendorong pemberdayaan orang tua siswa agar mereka memiliki kesempatan memperbaiki taraf hidup keluarga.
Prabowo menegaskan bahwa kondisi ekonomi orang tua tidak semestinya menjadi penghalang bagi anak-anak untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.
“Kalau orang tua mereka menghadapi nasib yang kurang baik, mengalami kondisi keterpurukan, kondisi kemiskinan, anak-anak mereka tidak boleh terus miskin. Sesuai pasal 34 Undang-Undang Dasar Negara kita, negara harus intervensi,” ujar Prabowo.
Puluhan Ribu Anak Masuk dalam Jangkauan Sekolah Rakyat
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkapkan, upaya menjaring calon peserta didik Sekolah Rakyat pada 2026 telah memenuhi target yang ditentukan.
Data hingga awal Juni 2026 menunjukkan lebih dari 42 ribu anak telah masuk dalam pendataan dan proses penjangkauan.
Angka tersebut melampaui kapasitas yang tersedia, yakni sekitar 32 ribu siswa untuk penyelenggaraan program di berbagai daerah.
Jumlah peserta didik pun terus bertambah apabila digabungkan dengan siswa yang telah mengikuti program pada tahun ajaran sebelumnya.
Pada periode 2025-2026, hampir 15 ribu anak tercatat menempuh pendidikan melalui Sekolah Rakyat.
Gus Ipul menyebut total peserta didik untuk tahun ajaran 2025-2026 dan 2026-2027 telah melewati angka 45 ribu siswa di seluruh Indonesia.
“Kalau digabung tahun (ajaran) 2025-2026 dan 2026-2027, (jumlah) siswa Sekolah Rakyat seluruh Indonesia jumlahnya sudah lebih dari 45 ribu siswa,” papar Gus Ipul.
Jika dilihat berdasarkan tingkat pendidikan, calon peserta didik yang paling banyak dijangkau berasal dari jenjang SMP, yakni lebih dari 17.815 anak.
Sementara itu, penjangkauan untuk tingkat SMA mencapai 16.206 anak dan jenjang SD tercatat lebih dari 3.597 anak.
Kementerian Sosial (Kemensos) juga memberikan perhatian kepada anak-anak yang menghadapi kerentanan sosial, termasuk mereka yang menjalani kehidupan di jalanan.
Dari keseluruhan data penjangkauan, terdapat 429 anak yang ditemukan dan dijangkau secara langsung dari jalanan.
Upaya tersebut terutama dilakukan di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Pendekatan ini menjadi salah satu cara pemerintah untuk menjangkau anak-anak yang berpotensi kehilangan akses pendidikan akibat keterbatasan ekonomi maupun kondisi sosial yang mereka hadapi.
Dari Olimpiade hingga Paskibraka, Siswa Sekolah Rakyat Berprestasi
Pengembangan Sekolah Rakyat tidak berhenti pada penyediaan pendidikan formal.
Program tersebut juga membuka kesempatan bagi siswa untuk mengasah kemampuan, mengenali minat, dan berkompetisi dalam berbagai bidang.
Salah satu pencapaian datang dari Makassar. Sebanyak tujuh siswa Sekolah Rakyat di wilayah tersebut berhasil meraih kemenangan dalam Olimpiade Nasional Indonesia ke-15.
Sementara itu, Ismi Ulfaida dari Sekolah Rakyat Polewali Mandar berhasil menorehkan pencapaian istimewa.
Ia menjadi siswa Sekolah Rakyat pertama yang lolos sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional untuk upacara peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Prestasi juga diraih siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 21 Manado dalam kompetisi olahraga.
Mereka berhasil meraih pencapaian pada Kejuaraan Wushu Tingkat Nasional Piala Wali Kota Surabaya 2026.
Berbagai keberhasilan tersebut memperlihatkan bahwa siswa Sekolah Rakyat dapat mengembangkan kemampuan di luar pelajaran akademik.
Pengalaman mengikuti kompetisi juga memberikan kesempatan bagi mereka untuk meningkatkan keterampilan dan meraih prestasi sesuai potensi masing-masing.
Kemensos Siapkan 500 Gedung Permanen Sekolah Rakyat
Untuk mendukung keberlangsungan program, pemerintah turut merencanakan pembangunan gedung permanen agar kegiatan pendidikan dapat berlangsung dengan fasilitas yang lebih memadai.
Kemensos memasang target membangun sebanyak 500 gedung permanen Sekolah Rakyat di berbagai wilayah Indonesia dalam waktu tiga hingga empat tahun ke depan.
Hingga saat ini, kegiatan belajar mengajar Sekolah Rakyat telah berlangsung di 182 lokasi dengan jumlah peserta didik lebih dari 44 ribu anak.
Sebanyak 93 lokasi di antaranya telah memanfaatkan bangunan permanen.
Menurut Gus Ipul, pembangunan tersebut diarahkan untuk menghadirkan fasilitas Sekolah Rakyat di setiap kabupaten dan kota.
Gedung yang disediakan nantinya diharapkan dapat menunjang pendidikan bagi siswa tingkat SD, SMP, dan SMA.
Ia optimistis pembangunan ratusan gedung tersebut dapat memperluas daya tampung program sehingga semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu memperoleh kesempatan bersekolah.
“Jadi sekurang-kurangnya dalam 3 tahun, 4 tahun ke depan, ada 500 gedung permanen seperti ini di seluruh Indonesia yang bisa menampung lebih dari satu juta siswa,” kata Gus Ipul.
Keberadaan bangunan permanen diharapkan dapat menunjang kenyamanan siswa dan mendukung pelaksanaan kegiatan belajar mengajar secara lebih optimal.
Di samping pembangunan fasilitas, Kemensos juga berencana menggelar panggung prestasi khusus bagi siswa Sekolah Rakyat.
Agenda ini disiapkan sebagai wadah untuk memperlihatkan bakat, keterampilan, dan hasil kerja keras para peserta didik.
Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan memperoleh kesempatan lebih luas untuk memperkenalkan kemampuan mereka kepada masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan diri pada masa mendatang.
Panggung prestasi itu dijadwalkan menjadi salah satu rangkaian kegiatan peresmian 100 gedung Sekolah Rakyat di Makassar pada 28 Oktober 2026.
Pengembangan program melalui perluasan jangkauan siswa, peningkatan fasilitas, dan pemberian ruang untuk berprestasi menjadi bagian dari upaya pemerintah menyediakan pendidikan yang lebih inklusif.
Dengan demikian, anak-anak dari keluarga kurang mampu diharapkan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mengembangkan kemampuan dan meraih masa depan yang lebih baik.***






