POJOKSATU.id - Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan akses pendidikan kepada anak-anak dari keluarga prasejahtera, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi pemberdayaan ekonomi keluarga.

Melalui program Kementerian Sosial (Kemensos), orang tua siswa didorong meningkatkan kemandirian ekonomi, sementara ribuan keluarga mendapatkan bantuan perbaikan rumah agar memiliki hunian yang lebih layak.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebutkan, sekitar 7.000 keluarga telah menerima bantuan perbaikan rumah.

Sementara itu, lebih dari 160 ribu keluarga telah diberdayakan melalui berbagai program Kemensos. Sebagian dari keluarga tersebut merupakan orang tua siswa Sekolah Rakyat.

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memutus rantai kemiskinan melalui pendekatan yang tidak hanya berfokus pada pendidikan anak, tetapi juga memperbaiki kondisi sosial dan ekonomi keluarga.

Di sisi lain, lebih dari 44 ribu siswa kini mengikuti pendidikan di 182 titik Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia.

Mereka berasal dari keluarga prasejahtera yang belum memperoleh akses pendidikan secara memadai, termasuk anak-anak yang belum pernah bersekolah atau putus sekolah.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, Sekolah Rakyat merupakan program strategis Presiden Prabowo Subianto untuk menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini belum terlibat dalam proses pembangunan.

“Di Sekolah Rakyat memadukan antara pendekatan edukasi, rehabilitasi, dan pemberdayaan sosial. Ini adalah bagian dari program strategis Bapak Presiden Prabowo yang ingin menjangkau mereka-mereka yang selama ini belum terbawa dalam proses pembangunan,” kata Gus Ipul dalam keterangan resmi pada Rabu (21/10/2026).

Orang Tua Siswa Didorong Mandiri secara Ekonomi

Pemberdayaan keluarga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Sekolah Rakyat. Kemensos mendorong orang tua siswa mengikuti program sesuai hasil asesmen kebutuhan masing-masing keluarga.

Dukungan yang diberikan dapat berupa penguatan kapasitas, bantuan modal usaha, hingga penguatan aset untuk membantu keluarga mengembangkan kegiatan ekonomi secara mandiri.

Gus Ipul menegaskan, pemberdayaan tidak hanya dilakukan oleh Kemensos. Pemerintah juga menyiapkan kolaborasi dengan kementerian lain agar dukungan terhadap keluarga dapat berlanjut sesuai kebutuhan dan potensi usaha mereka.

“Seluruh orang tua siswa Sekolah Rakyat kita masukkan juga dalam program pemberdayaan pemerintah, tidak hanya di Kemensos.

Jadi yang di Kemensos memberikan dukungan rintisan. Sementara nanti akan diteruskan oleh Kementerian lain. Nanti siswanya lulus, orang tuanya diharapkan menjadi keluarga yang lebih mandiri,” kata Gus Ipul.

Kolaborasi tersebut akan melibatkan kementerian yang membidangi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), ekonomi kreatif, serta perindustrian.

Melalui kerja sama lintas kementerian, keluarga diharapkan memperoleh dukungan yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi usaha masing-masing.

Dengan demikian, bantuan awal yang diberikan Kemensos dapat dilanjutkan melalui program pemberdayaan lain.

Pendekatan ini diharapkan membuat keluarga memiliki sumber penghidupan yang lebih kuat.

Ketika orang tua semakin mandiri secara ekonomi, anak-anak juga diharapkan memperoleh lingkungan keluarga yang lebih mendukung keberlanjutan pendidikan mereka.

Sekolah Rakyat Menjangkau 44 Ribu Siswa

Program pemberdayaan keluarga tersebut berjalan beriringan dengan upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Penerimaan siswa Sekolah Rakyat tidak menggunakan tes akademik. Sebagai gantinya, siswa mengikuti matrikulasi selama lebih dari tiga bulan untuk menyesuaikan kemampuan belajar masing-masing.

Sebagian siswa juga membutuhkan rehabilitasi sebelum dapat mengikuti pembelajaran secara optimal. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya menyesuaikan layanan pendidikan dengan kondisi dan kebutuhan siswa.

Dari 182 titik penyelenggaraan Sekolah Rakyat, sebanyak 93 titik telah menempati gedung permanen untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.

Fasilitas yang tersedia meliputi laboratorium, perpustakaan, lapangan olahraga, serta pembelajaran berbasis teknologi melalui Learning Management System (LMS).

Kemensos juga menyiapkan papan tulis digital dan laptop untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.

Lebih dari 15 ribu laptop telah dibagikan untuk mendukung pembelajaran tahun ajaran 2025. Sementara itu, sekitar 30 ribu unit tambahan direncanakan pada 2026 dan masih dalam proses pengadaan.

Gus Ipul mengatakan, penggunaan laptop bertujuan meningkatkan kemampuan siswa dalam memanfaatkan teknologi. Namun, perangkat tersebut dibatasi untuk kegiatan belajar di kelas.

“Ini untuk menyiapkan anak-anak supaya lebih akrab dengan teknologi karena mereka adalah digital native.

Tetapi laptop ini hanya untuk di kelas, tidak boleh dibawa keluar ke asrama atau ke tempat-tempat yang tidak semestinya. Jadi hanya untuk pembelajaran di kelas,” jelas Gus Ipul.

Melalui dukungan fasilitas dan teknologi tersebut, pemerintah berupaya memberikan kesempatan belajar yang lebih baik kepada anak-anak yang sebelumnya belum memperoleh akses pendidikan secara memadai.

Pemerintah Targetkan 500 Gedung Permanen

Untuk memperluas jangkauan Sekolah Rakyat, pemerintah menargetkan pembangunan 500 gedung permanen dalam tiga hingga empat tahun ke depan.

Setiap gedung direncanakan berdiri di atas lahan seluas 7 hingga 8 hektare. Secara keseluruhan, kapasitas yang diproyeksikan dari pembangunan tersebut mampu menampung lebih dari satu juta siswa.

“Kalau mengasumsikan satu gedung permanen kapasitasnya lebih dari 2 ribu siswa tingkat SD, SMP, dan SMA,” kata Gus Ipul.

Pembangunan gedung permanen diharapkan dapat memperkuat penyelenggaraan pendidikan, sekaligus memperluas jangkauan program bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Gus Ipul juga menjelaskan bahwa lulusan Sekolah Rakyat memiliki peluang untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, termasuk ke Sekolah Garuda.

Selain itu, siswa didukung untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau menjadi pekerja terampil.

Dengan berbagai pilihan tersebut, siswa diharapkan dapat mengembangkan kemampuan sesuai minat dan potensi masing-masing setelah menyelesaikan pendidikan.

Kepemilikan Lahan Menentukan Cakupan Siswa

SRT 4 Kabupaten Bandung saat ini berdiri di atas lahan milik Kemensos. Pemerintah juga merencanakan pembangunan gedung permanen di atas lahan milik Pemerintah Kota Bandung dan Pemerintah Kabupaten Bandung.

Menurut Gus Ipul, kepemilikan lahan akan menentukan cakupan wilayah penerimaan siswa di gedung permanen Sekolah Rakyat.

“Kalau tanahnya dari Kabupaten Bandung, seluruh warga Kabupaten Bandung saja yang boleh sekolah di situ. Kalau untuk miliknya Kemensos ini seluruh Indonesia boleh di sini. (Apabila) punya gubernur (provinsi) hanya dari kabupaten kota di provinsi tersebut,” jelas dia.

Dengan pengaturan tersebut, cakupan penerimaan siswa akan disesuaikan dengan kepemilikan lahan yang digunakan untuk pembangunan gedung permanen.

Pemkab Bandung Dukung Program Sekolah Rakyat

Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb menyatakan dukungan Pemerintah Kabupaten Bandung terhadap pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN), termasuk Sekolah Rakyat.

“Bapak Bupati sangat support PSN, salah satunya Sekolah Rakyat. Bukan hanya Sekolah Rakyat, tetapi juga KDMP dan MBG. Ke depannya, apa pun yang dibutuhkan dari PSN ini, saya yakin Pak Bupati akan selalu mendukung,” kata Ali.

Menurut Ali, Sekolah Rakyat menjadi salah satu program untuk mempersiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Ia menilai kesiapan Indonesia menghadapi masa depan tidak cukup hanya dilihat dari pembangunan fisik. Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga harus menjadi perhatian utama.

“Kalau kita berbicara tentang Indonesia Emas 2045, dan kita ingin disebut siap. (Kesiapan) kita bukan sekadar dilihat dari gedung-gedung pencakar langitnya. Tapi satu hal yang harus kita persiapkan adalah sumber daya manusianya,” kata Ali.

Ia berharap siswa Sekolah Rakyat dapat tumbuh menjadi generasi yang memiliki kemampuan untuk berkontribusi bagi bangsa pada masa mendatang.

“Kita semua tidak tahu. Mungkin adik-adik yang sekarang di Sekolah Rakyat ini, kedepannya mereka akan menjadi generasi emas yang sangat luar biasa untuk mengharumkan nama baik Indonesia di masa mendatang,” pungkas Ali.

Penampilan Siswa Warnai Kunjungan Mensos

Dalam kunjungan ke SRT 4 Kabupaten Bandung, Gus Ipul didampingi Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb dan tiba sekitar pukul 13.29 WIB. Kedatangan rombongan disambut para siswa yang mengenakan pakaian dinas lapangan sambil meneriakkan yel-yel penyambutan.

Suasana semakin meriah ketika para hadirin menyanyikan lagu Maju Tak Gentar sebelum Mensos menuju tempat yang telah disediakan.

Acara dipandu Ghazy Ghalibie, siswa Sekolah Rakyat yang tampil sebagai pembawa acara. Rangkaian kegiatan dibuka dengan atraksi baris-berbaris variasi di atas panggung yang dipimpin Danton Satria Wijaya. Penampilan tersebut mendapat tepuk tangan dari para hadirin.

Para siswa kemudian menampilkan tari tradisional Jaipong dan seni bela diri pencak silat. Dalam pertunjukan pencak silat, siswa mengenakan pakaian serba hitam dan memperlihatkan kelincahan serta kekompakan gerakan.

Penampilan berikutnya berupa pidato dalam tiga bahasa asing. Dzaky Pratama berpidato dalam bahasa Inggris, Voni Rahmaini dalam bahasa Arab, dan Siti Nuraisyah dalam bahasa Mandarin.

Ketiganya menyampaikan pesan tentang semangat meraih cita-cita melalui pendidikan di Sekolah Rakyat.

Rangkaian pertunjukan dilanjutkan dengan paduan suara yang mengenakan seragam dinas pesiar dan membawakan lagu tradisional Sunda Jang, yang dirangkai dengan lagu Ibu dan Ayah.

Penampilan tersebut diiringi pembacaan puisi oleh Vania mengenai impian anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Berbagai pertunjukan itu memperlihatkan potensi, bakat, dan kepercayaan diri siswa Sekolah Rakyat yang berkembang melalui proses pembelajaran.

Penampilan mereka juga menjadi gambaran bahwa anak-anak dari keluarga kurang mampu memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan ketika memperoleh akses pendidikan dan dukungan yang memadai.

Sejumlah pejabat turut menghadiri acara tersebut, antara lain Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Bandung M. Akhiri Hailuki, perwakilan Kapolres Bandung Kompol Bony Yuniar, Dandim Bandung Letkol Kav. Samto Betah, Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Cakra Amiyana, dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung Ningning Hendasah.

Hadir pula Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Mira Riyati Kurniasih, Staf Khusus Menteri Ishaq Zubaedi Raqib, Tenaga Ahli Menteri Agustinus Budi Prasetyohadi dan Andy Kurniawan, Sekretaris Ditjen Linjamsos Beni Sujanto, Direktur PSNK Faisal, Kepala Biro Humas Devi Deliani, serta kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan SRT 4 Kabupaten Bandung, dan para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) se-Kabupaten Bandung. ***