POJOKSATU.ID – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa persoalan kesehatan jiwa pada anak dan remaja harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Ia menilai dukungan konkret dari kepala daerah sangat penting agar program penanganan kesehatan mental generasi muda dapat berjalan efektif.
Menurut Tito, salah satu bentuk komitmen nyata dari pemerintah daerah adalah dengan memasukkan program kesehatan jiwa anak dan remaja ke dalam perencanaan anggaran daerah.
Baca Juga: Cara Cetak Info GTK 2026 untuk Aktivasi Rekening TPG dan Keperluan Administrasi
Dengan demikian, program tersebut memiliki dukungan pendanaan yang jelas melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Hal tersebut disampaikan Tito saat menghadiri Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Sinkronisasi Koordinasi dan Pengendalian (SKP) terkait pencegahan dan penanganan masalah kesehatan jiwa pada anak dan remaja.
Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Baca Juga: Update Harga Bahan Bakar Maret 2026: Simak Rincian Kenaikan Harga yang Kompak Naik?
Dalam kesempatan itu, Tito menekankan bahwa setiap program pemerintah hanya dapat berjalan optimal apabila didukung oleh alokasi anggaran yang jelas sejak tahap perencanaan.
“Jika kita ingin program ini benar-benar berjalan, maka harus dialokasikan anggarannya sejak proses penyusunan APBD,” ujar Tito.
Ia juga menyadari bahwa kemampuan keuangan setiap daerah di Indonesia tidak sama.
Baca Juga: Terungkap di Pengadilan Batam! ABK Fandi Ramadhan Divonis 5 Tahun Penjara, Lolos dari Hukuman Mati
Beberapa daerah memiliki kapasitas fiskal yang kuat, sementara sebagian lainnya masih menghadapi keterbatasan anggaran.
Karena itu, Tito menilai pemerintah pusat perlu memberikan dukungan dan intervensi terhadap daerah yang memiliki keterbatasan fiskal agar program penanganan kesehatan mental tetap dapat berjalan.
Selain dukungan anggaran, Tito juga menekankan pentingnya meningkatkan pemahaman para kepala daerah mengenai urgensi penanganan kesehatan jiwa pada anak dan remaja.
Ia menilai pemahaman yang baik dari kepala daerah akan mendorong lahirnya kebijakan yang lebih serius dalam menangani persoalan kesehatan mental generasi muda.
Untuk memperkuat koordinasi tersebut, Tito mengusulkan agar diadakan pertemuan khusus secara virtual dengan para kepala daerah di seluruh Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah pusat akan memberikan arahan sekaligus membahas langkah-langkah konkret yang perlu dilakukan di tingkat daerah.
“Kami akan mengundang para kepala daerah agar mereka wajib hadir dan memahami pentingnya isu ini,” jelasnya.
Lebih lanjut, Kementerian Dalam Negeri juga akan mengawal agar isu kesehatan jiwa anak dan remaja benar-benar masuk dalam perencanaan program daerah.
Baca Juga: Kasus Viral Fandi Ramadhan ABK Belawan Lolos Hukuman Mati, Berujung Divonis 5 Tahun Penjara
Sebagai langkah lanjutan, Kemendagri berencana menerbitkan surat edaran yang mengatur peran pemerintah daerah dalam merespons persoalan tersebut.
Penyusunan pedoman kebijakan ini akan melibatkan berbagai kementerian dan lembaga terkait, seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), serta Kemenko PMK.
Selain itu, Tito juga mengusulkan penerapan mekanisme penghargaan dan insentif bagi daerah yang dinilai berhasil menjalankan program kesehatan jiwa anak dan remaja secara optimal.
Langkah ini diharapkan dapat memotivasi pemerintah daerah untuk lebih aktif menghadirkan program-program yang mendukung kesehatan mental generasi muda di Indonesia.***




