POJOKSATU.id, Serang - Aktif dalam Organisasi Keolahragaan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) tidak hanya menjadikan kita rutin berolahraga, bugar, sehat dan gembira, namun juga dapat bersilaturahmi dengan para pegiat olahraga lainnya di level Daerah, Nasional, bahkan Dunia.

Pada bagian berikutnya, Olahraga dapat menjadi ajang 'Diplomasi Daerah' sekaligus wahana untuk mengharumkan Nama Baik Daerah atau Negara.

"Di level daerah, biasa diadakan FORDA (Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Daerah) setingkat PORDA. Pada level Nasional diselenggarakan FORNAS dimana sekelas PON yang dilaksakan secara rutin sekali dalam tiap dua tahun. Selain itu juga, di Kormi ada penyelenggaraan TAFISA, semacam Olimpiade yang diadakan setiap empat tahun sekali," jelas Jajuli selaku Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga KORMI Provinsi Banten, Selasa (04/07/2023).

Diketahui, Fornas VII saat ini tengah dilaksanakan Soreang, Kabupaten Bandung Jawa Barat, mulai tgl 2 - 9 Juli 2023 nanti.

Kegiatan itu juga diikuti oleh 38 Provinsi, dan telah dibuka secara resmi oleh Menko PMK, Ahmad Muhadjir, mewakili Presiden Joko Widodo, di Stadion Jalak Harupat, Minggu (02/07/2023).

Fornas sebelumnya, telah berlangsung di Jakarta, DKI Jakarta (2011), Semarang, Jawa Tengah (2013), Bali (2015), Banjarmasin, Kalimantan Selatan (2017), Samarinda, Kalimantan Timur (2019), serta di Palembang, Sumatera Selatan 2021 (2022).

Agenda di Palembang dan di Bandung merupakan Agenda Penyesuaian dan Khusus setelah sempat merebak pandemi Covid 19 pada tahun 2020 dan 2021.

Agenda FORNAS VIII akan kembali normal (rutin) pada tahun 2025 mendatang rencananya akan berlangsung di Provinsi NTB (Nusa Tenggara Barat).

Kiprah KORMI Banten

Tahun 2000 lalu para pegiat Olahraga Rekreasi Masyarakat berhimpun dalam wadah POMI. Dalam perjalanan selanjutnya berubah menjadi FORMI dan sejak dua tahun lalu berubah menjadi KORMI.

Kehadiran KORMI sebagai pegiat olahraga yg bersifat massal dan lintas usia (mulai dari Usia Dini sampai Lansia) menjadi mitra lembaga Keolahragaan di Indonesia: ada KONI/Komite Olahraga Nasional Indonesia (Olahraga Prestasi) dan NPC/National Paralympic Committee (Olahraga Kaum Disabilitas) juga menjadi mitra dari BAPOPSI/Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (Olahraga Pelajar) dan BAPOMI/Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (Olahraga Mahasiswa).

Sejak keikutsertaannya dalam ajang FORNAS, Kontingen Provinsi Banten secara dinamis berada pada posisi Lima Besar Nasional, kecuali pada tahun 2022 kemarin berada pada posisi Enam Besar.

Pada FORNAS VII tahun ini Kontingen Provinsi Banten mematok target untuk kembali masuk dalam klasemen 'Lima Besar Nasional'. Target itu ditopang oleh sokongan yg kuat dari pihak Pj Gubernur Banten, Dr. Al Muktabar,

"Tahun ini, Banten mengirimkan sebanyak 1.238 Pegiat/Atlet, Pelatih dan Official yg mana pemberangkatan untuk 75 persen dari jumlah Anggota Kontingen telah menggunakan Anggaran Mandiri (Swadaya). Hal ini menunjukan adanya semangat dan solidaritas yg luar biasa," kata Jajuli.

Dari mulai Bagian Konsumsi, Akomodasi, Transportasi, Administrasi, Tim Kesehatan, Pegiat Olahraga, Pelatih, Official hingga Pimpinan Kontingen Provinsi Banten telah bahu membahu, solid, kompak untuk mewujudkan target meraih capaian prestasi Lima Besar Nasional.

"Kami telah belajar dari semangat pantang menyerang Della, Pegiat/Atlet asal Kota Serang, Induk Olahraga (Cabor) IDCA (Indonesia Drum Corp Association), yang terus bermain hingga tuntas, meski tubuhnya sempat terkena benturan tongkat permainan. Setelah usai perlombaan barulah dia mengeluh sakit, untuk selanjutnya ditangani oleh Tim Kesehatan Kontingen Provinsi Banten," katanya.

Api Semangat Della tentu saja akan menyeruak ke dalam relung2 hati segenap Anggota Kontingen Provinsi Banten.

Semangat Della juga yg ingin berprestasi secara optimal dan ingin turut mengharumkan nama baik Provinsi Banten tentu dapat diikuti oleh Warga Banten lainnya, melalui bidang karya, kinerja dan prestasi. (Dinar)