POJOKSATU.id, MEDAN- Ketua Pengprov FAJI Sumut, Dimas Tri Adji, mengatakan, pihaknya akan memaksimalkan kerja organisasi untuk empat pilar arung jeram. Terus terang kata dia, kepengurusan ini punya tugas yang berat mengingat kepengurusan FAJI sebelumnya punya banyak prestasi.
BACA JUGA: Resmi Dilantik, Pengprov FAJI Sumut Maksimalkan 4 Pilar Arung Jeram
“Karena itu kolaborasi dengan semua stakeholder seperti Dispora, Disbudpar, BPBD, operator arung jeram dan masyarakat sungai harus terus diperkuat agar FAJI Sumut lebih baik lagi,” beber Anggota DPRD Sumut dari Partai Nasdem ini.
PON 2024 merupakan kali pertama arung jeram dipertandingkan. Kata dia, persiapan menuju prestasi sudah dilakukan. Saat ini pelatda arung jeram sudah berjalan.
“Kami punya target minimal 3 emas di PON 2024. Ini minimal ya, tentu saja akan dievaluasi secara berkala sebelum PON berlangsung pada September 2024,” ungkapnya.
Karena itu, ia juga mengajak seluruh pengurus untuk mengedepankan soliditas dalam menjalankan organisasi. Dalam kesempatan itu, ia juga berterimakasih pada Universitas Dharmawangsa yang sudah menjalin kerjasama (MoU) dengan FAJI Sumut.
“Kami segera bekerja. Hari ini setelah pelantikan, kami akan melantik kepengurusan Pengcab FAJI Kota Tanjungbalai. Kemudian dilanjutkan dengan rapat kerja untuk menyusun kerangka program kerja FAJI 2022-2026,” tukasnya.
Sementara Gubernur Sumut Edy Rahmayadi yang diwakili Kadispora Sumut Baharuddin Siagian, menyambut baik pelantikan FAJI Sumut ini. Menurut Baharuddin, pelantikan FAJI Sumut ini merupakan langkah strategis bagi Pemprov Sumut. Karena akan menjadi tuan rumah PON 2024, maka FAJI Sumut harus jadi kontributor medali emas untuk Sumut.
“Gubsu minta 10 medali emas dari FAJI, jangan 3 emas. Harus ditambah targetnya. Meskipun saat PON 2024 berlangsung Gubsu Edy dan Wagubsu Musa Rajekshah sudah tidak menjabat, kita harus persembahkan prestasi PON 2024 ini untuk mereka berdua dan masyarakat Sumut pada khususnya,” kata Baharuddin disambut tepuk tangan hadirin.
Dikatakan Baharuddin, sebagai pembina olahraga di Sumut, Gubsu juga berpesan agar FAJI Sumut memaksimalkan soliditas. Para pengurus yang sudah dilantik harus patuh atas keputusan organisasi.
“Tidak boleh bicara di belakang. Saat akan mengambil keputusan boleh berdebat. Tapi ketika keputusan sudah ditetapkan, semua harus patuh. Yang tidak mau, dipersilakan saja keluar. Adinda Dimas harus tegas,” pungkas Baharuddin yang juga Ketua KORMI Sumut ini. (TIK/pojoksatu)




