KARAWANG, POJOKSATU.id Pupuk Kujang Cikampek menerima kunjungan Duta Besar Angola untuk Indonesia, Florencio Mariano da Conceciao e Almeida, bersama delegasi di Gedung Pusat Administrasi Pupuk Kujang, Jumat (6/11/2026).

Kunjungan tersebut menjadi langkah awal penjajakan kerja sama strategis antara Indonesia dan Angola, khususnya di sektor pertanian, industri pupuk, serta manufaktur.

Dalam pertemuan tersebut, jajaran Direksi Pupuk Kujang menyambut positif peluang kemitraan yang dinilai dapat memberikan manfaat bagi kedua negara.

“Kami terbuka untuk membuka peluang kerja sama strategis dengan Angola untuk membangun kemitraan yang solid dan saling menguntungkan dalam jangka panjang,” kata Panji kepada Almeida.

Sementara itu, Almeida menyampaikan bahwa Angola saat ini tengah fokus mengembangkan sektor pertanian dan meningkatkan produktivitas pangan dalam negeri.

Salah satu kebutuhan utama untuk mendukung program tersebut adalah ketersediaan pupuk berkualitas.

Menurutnya, Angola berupaya memperkuat kapasitas produksi pupuk dalam negeri, khususnya jenis urea dan NPK.

Selain itu, pemerintahnya juga membuka peluang kerja sama teknologi dan pasokan pupuk dari Indonesia.

“Kami datang untuk melihat langsung kualitas produk dan teknologi yang dimiliki Pupuk Kujang. Angola memang memiliki cadangan gas alam, fosfat, dan kalium, tetapi belum memiliki fasilitas produksi urea secara mandiri,” ungkap Almeida.

Ia menambahkan, Angola ingin mempelajari pengalaman Indonesia dalam industri pupuk sekaligus menjajaki peluang investasi dengan perusahaan Indonesia.

Tak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, Angola juga menawarkan peluang pasar yang lebih luas bagi mitra bisnis Indonesia.

Almeida menjelaskan, posisi geografis Angola cukup strategis sebagai jalur distribusi barang menuju kawasan Afrika Selatan dan Afrika Tengah.

“Posisi kami strategis. Kami memiliki jaringan logistik terintegrasi, termasuk Pelabuhan Lobito dan akses kereta api langsung ke Zambia. Ini menjadikan Angola sebagai jalur distribusi potensial untuk menjangkau pasar lebih dari 300 juta konsumen di kawasan tersebut,” jelasnya.

Dari sisi holding, perwakilan PT Pupuk Indonesia (Persero) menyampaikan bahwa kerja sama ekspor komoditas strategis antarnegara perlu diawali dengan pendekatan Government-to-Government (G2G).

Pupuk Indonesia Group juga menyambut positif rencana penyusunan kesepakatan strategi bersama atau joint strategy agreement.

Pihaknya siap mendampingi pembahasan untuk menentukan skema kemitraan yang sesuai dan menguntungkan kedua belah pihak.

Sebagai tindak lanjut, delegasi Angola meminta informasi lebih rinci mengenai spesifikasi produk, kapasitas produksi tahunan, hingga formulasi harga pupuk Pupuk Kujang. Data tersebut akan menjadi bahan kajian Pemerintah Angola.

Pihak Kedutaan Angola juga berencana memfasilitasi kunjungan Menteri Pertanian Angola ke Indonesia. Selain itu, pembahasan lanjutan akan diagendakan melalui forum bisnis di Jakarta dalam waktu dekat.

Penjajakan ini membuka peluang bagi Pupuk Kujang untuk memperluas jaringan kerja sama internasional sekaligus memperkenalkan kemampuan industri pupuk Indonesia ke pasar Afrika.***