JAKARTA, POJOKSATU.id, Grup musik D'MASIV memutuskan menunjuk Antara Suara untuk mengambil alih posisi RANS Entertainment sebagai promotor tur Asia mereka yang mengusung tajuk Home Run Asia.

Pengalihan tanggung jawab tersebut dilakukan setelah D'MASIV merampungkan penampilan mereka di Taiwan dan Hong Kong.

Mulai dari rangkaian konser selanjutnya, Antara Suara bertindak sebagai promotor utama yang menangani berbagai kebutuhan penyelenggaraan pertunjukan.

Pergantian tersebut berlangsung saat Raffi Ahmad beserta RANS Entertainment tengah menjadi sasaran aksi boikot yang disuarakan sejumlah masyarakat Indonesia.

Kabar beralihnya promotor Home Run Asia pun ramai diperbincangkan warganet melalui berbagai platform media sosial, terutama Instagram dan Threads.

Pihak Antara Suara kemudian memberikan konfirmasi sekaligus menjelaskan perkembangan terbaru mengenai pengelolaan tur D'MASIV tersebut.

"Betul semula RANS adalah promotor konser D'MASIV Home Run Asia. Namun mulai dari penyelenggaraan Hong Kong kemarin, Antara Suara udah ambil alih penuh sebagai promotor utama atas aspek penyelenggaraan konser," tulis akun Antara Suara.

Selain mengonfirmasi pengambilalihan tersebut, Antara Suara juga sudah membuka informasi penjualan tiket untuk pertunjukan terakhir Home Run Asia di Jakarta pada 5 Desember 2026.

Sementara itu, perjalanan tur D'MASIV di kawasan Asia masih menyisakan dua negara yang akan dikunjungi sebelum konser penutup digelar.

Grup musik yang populer melalui lagu Cinta Ini Membunuhku tersebut memiliki jadwal manggung di Singapura pada 9 November 2026 dan dilanjutkan ke Malaysia pada 20 November 2026.

Di sisi lain, pergantian promotor ini terjadi ketika RANS Entertainment masih menghadapi respons negatif dari masyarakat berupa seruan boikot terhadap Raffi Ahmad dan perusahaannya.

Gelombang protes tersebut bermula setelah Raffi Ahmad hadir dalam kegiatan Deklarasi Sumpah Pemuda yang berlangsung di Bundaran HI pada 29 Oktober 2026.

Acara itu kemudian menuai perhatian publik menyusul munculnya dugaan bahwa sejumlah mahasiswa menerima bayaran untuk menghadiri kegiatan tersebut.

Menanggapi kontroversi yang berkembang, Raffi Ahmad akhirnya memberikan penjelasan kepada publik dan menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian yang terjadi.

Namun, pernyataan tersebut belum menghentikan seruan boikot yang terus disampaikan masyarakat melalui media sosial.

Sejumlah dampak juga terlihat, mulai dari berkurangnya jumlah pengikut akun media sosial hingga pelaksanaan RANS Carnival di Sleman yang dilaporkan minim pengunjung.

Bahkan, beberapa pengisi acara dan tenant usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang semula dijadwalkan berpartisipasi memilih membatalkan keterlibatan mereka.

Dengan demikian, pengalihan promotor tur Home Run Asia dari RANS Entertainment kepada Antara Suara menambah perkembangan terbaru di tengah kontroversi yang sedang dihadapi perusahaan milik Raffi Ahmad tersebut.***