JEMBER, POJOKSATU.id - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jember terus mengintensifkan pemantauan terhadap perkembangan Satgas Gabungan Penataan Kawasan Pasar Tanjung.
Monitoring yang dilakukan pada Minggu (11/10/2026) malam tersebut bertujuan untuk memastikan terciptanya ketertiban, kelancaran lalu lintas, serta kepatuhan aturan penataan kawasan perdagangan.
Secara umum, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di sekitar lokasi terpantau relatif kondusif dengan arus lalu lintas yang berjalan lancar.
Kendati demikian, petugas di lapangan masih menemukan sejumlah pelanggaran di beberapa titik seperti Jalan Samanhudi, Jalan Untung Suropati, dan Jalan Wahidin.
Di Jalan Samanhudi, aktivitas perdagangan yang meningkat pada malam hari diwarnai oleh penggunaan area trotoar oleh pedagang jeruk untuk berjualan.
Selain itu, kendaraan pikap milik pedagang juga kedapatan terparkir di sisi kanan jalan yang tidak sesuai dengan ketentuan penempatan di sisi kiri.
Petugas juga mendapati adanya pengendara sepeda motor yang nekat melawan arus lalu lintas di kawasan tersebut.
Sementara itu, situasi di Jalan Untung Suropati terpantau kondusif dengan arus lalu lintas yang relatif lancar.
Namun, petugas masih menemukan banyak kendaraan yang parkir sembarangan di area pertigaan Jalan Untung Suropati dan Jalan Samanhudi.
Adapun di Jalan Wahidin, fokus pengawasan lebih diarahkan pada pengaturan akses kendaraan bermotor oleh petugas Dinas Perhubungan.
Meskipun akses jalan telah ditutup menggunakan portal untuk memberikan ruang bagi pejalan kaki, sejumlah pengendara sepeda motor masih kedapatan melintas.
Menanggapi hasil monitoring tersebut, staf Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Bakesbangpol Jember, Abdul Azis, S.H., memberikan penjelasan.
“Pelaksanaan monitoring Satgas Gabungan Penataan Kawasan Pasar Tanjung menjadi langkah penting untuk melihat secara langsung perkembangan situasi di lapangan.”
Ia menyatakan bahwa kondisi secara umum masih terpantau kondusif, namun pengawasan dan koordinasi antarinstansi harus terus diperkuat.
“Secara umum kondisi masih kondusif, tetapi sejumlah temuan menunjukkan bahwa pengawasan dan koordinasi antarinstansi perlu terus diperkuat agar ketentuan penataan dapat dipatuhi oleh pedagang maupun pengguna jalan.”
Menurutnya, penataan kawasan tidak hanya berfokus pada lokasi perdagangan, tetapi juga menyangkut kelancaran lalu lintas dan keselamatan masyarakat.
Oleh karena itu, konsistensi pengawasan perlu dijaga secara berkelanjutan, terutama pada jam-jam puncak aktivitas perdagangan.
Pihak Bakesbangpol Jember berharap koordinasi lintas instansi ini mampu mendorong terciptanya lingkungan perdagangan yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh warga Jember.








