POJOKSATU.id, Sejumlah wilayah di Arab Saudi menjadi lokasi jatuhnya serpihan rudal balistik milik milisi Houthi yang berhasil dicegat saat mengarah ke sasaran.
Salah satu titik jatuhnya puing tersebut berada di kawasan yang berdekatan dengan kota suci Makkah.
Juru bicara Pertahanan Sipil Arab Saudi mengungkapkan bahwa dua rudal balistik berhasil dilumpuhkan sebelum mencapai target.
Meski demikian, bagian-bagian rudal yang hancur akibat pencegatan tersebar di beberapa lokasi.
Puing-puing tersebut antara lain ditemukan di Wadi Al-Mughammas, sekitar 20 kilometer dari Masjidil Haram.
Kompleks masjid yang berada di Makkah itu merupakan situs paling suci dalam agama Islam.
Serpihan rudal lainnya dilaporkan jatuh di Al-Nuzha, Jeddah, kemudian Wadi Jalil di Taif, serta kawasan Masturah yang termasuk wilayah administratif Kegubernuran Rabigh.
Hingga laporan tersebut disampaikan, pihak berwenang Arab Saudi belum memberikan informasi mengenai korban jiwa ataupun memerinci kerusakan yang mungkin ditimbulkan oleh jatuhnya puing-puing tersebut.
Insiden ini terjadi setelah pasukan koalisi yang mendukung pemerintah Yaman pada Sabtu (24/10) menyatakan telah berhasil menghancurkan sejumlah rudal balistik yang ditembakkan kelompok Houthi ke arah beberapa wilayah Arab Saudi.
Sasaran yang disebut dalam laporan koalisi tersebut mencakup Riyadh, Taif, dan Yanbu.
Selain rudal balistik, koalisi juga mengklaim telah menetralkan sebuah pesawat tanpa awak atau drone yang terdeteksi di atas Provinsi Timur pada Sabtu pagi.
Aktivitas serangan kelompok Houthi terhadap Arab Saudi dilaporkan mengalami peningkatan selama beberapa pekan terakhir.
Serangan-serangan itu disebut menyasar berbagai objek strategis, mulai dari bandara dan infrastruktur energi hingga kawasan yang digunakan masyarakat sipil.
Perkembangan tersebut turut menimbulkan perhatian karena serangan yang dilaporkan juga mengarah ke Makkah dan Madinah, dua kota yang memiliki kedudukan sangat penting bagi umat Islam di seluruh dunia.
Dewan Ulama Senior Arab Saudi sebelumnya menyampaikan kecaman atas aksi tersebut.
Dalam pernyataannya pekan lalu, lembaga itu menggambarkan serangan Houthi sebagai tindakan agresi serius terhadap umat Islam.
Sementara itu, serangan yang disebut sebagai salah satu insiden paling mematikan terhadap Arab Saudi terjadi pada 10 Oktober.
Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dilaporkan menjadi sasaran serangan yang menimbulkan 13 korban meninggal dunia dan lebih dari 300 orang mengalami luka-luka.
Berbagai insiden tersebut memperbesar perhatian terhadap situasi keamanan di Arab Saudi.
Terlebih, serangan yang terjadi tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur penting, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan warga sipil serta keamanan kawasan yang memiliki nilai keagamaan tinggi.***






