POJOKSATU.id, Situasi keamanan Arab Saudi memanas setelah serangkaian serangan yang dikaitkan dengan kelompok Houthi dari Yaman menyasar sejumlah fasilitas strategis, termasuk Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan kompleks perusahaan minyak Saudi Aramco di Dhahran.
Sebagai respons, koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan serangan udara ke wilayah yang dikuasai Houthi di Sanaa, ibu kota Yaman.
Aksi saling serang ini meningkatkan risiko meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Bandara Riyadh Terdampak Serangan
Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dilaporkan menjadi sasaran serangan pada 10-11 Oktober 2026.
Insiden tersebut disebut menimbulkan korban jiwa dan luka-luka serta mengganggu aktivitas penerbangan.
Sejumlah maskapai melakukan penyesuaian operasional akibat meningkatnya risiko keamanan.
Kondisi ini turut memengaruhi mobilitas penumpang yang hendak menuju atau meninggalkan ibu kota Arab Saudi.
Gedung Saudi Aramco Ikut Diserang
Pada Selasa (13/10/2026), sebuah gedung administrasi di kompleks Saudi Aramco di Dhahran dilaporkan terkena serangan yang memicu kebakaran terbatas.
Kementerian Energi Arab Saudi menyatakan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut.
Serangan ini menjadi perhatian karena Saudi Aramco merupakan perusahaan penting dalam industri energi negara itu.
Koalisi pimpinan Saudi juga melaporkan telah mencegat sejumlah rudal dan drone yang mengarah ke wilayah kerajaan. Namun, serpihan rudal yang jatuh di kawasan permukiman Riyadh dilaporkan menyebabkan sejumlah warga terluka dan merusak rumah.
Arab Saudi Lancarkan Serangan Balasan ke Yaman
Koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan serangan udara ke sejumlah lokasi yang dikuasai Houthi di Sanaa pada Selasa (13/10/2026).
Sebelum operasi dilakukan, koalisi memperingatkan warga sipil agar menjauhi fasilitas perusahaan minyak Yaman di kawasan Subaha.
Media yang berafiliasi dengan Houthi kemudian melaporkan serangan terhadap fasilitas penyimpanan bahan bakar.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, memperingatkan bahwa serangan terhadap Sanaa akan dibalas.
Pernyataan tersebut menandakan meningkatnya ketegangan antara kedua pihak.
Siapa Houthi dan Mengapa Berkonflik dengan Arab Saudi?
Houthi merupakan kelompok politik dan bersenjata yang berasal dari Yaman.
Kelompok ini menguasai Sanaa serta sejumlah wilayah lain dan memiliki hubungan dekat dengan Iran.
Konflik Houthi dengan Arab Saudi berkaitan dengan perang saudara di Yaman.
Riyadh mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, sedangkan Houthi menentang pemerintahan tersebut.
Perselisihan itu berkembang menjadi konflik lintas perbatasan, dengan serangan terhadap wilayah Saudi dan operasi militer koalisi di Yaman.
Ketegangan juga berdampak pada keamanan jalur pelayaran di Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb.
Penerbangan dan Keamanan Regional Terganggu
Serangkaian serangan tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap keselamatan penerbangan dan infrastruktur strategis Arab Saudi.
Associated Press melaporkan, berdasarkan data Cirium, lebih dari 3.120 penerbangan yang dijadwalkan berangkat dari bandara-bandara Arab Saudi sejak 8 Oktober tercatat dibatalkan atau tidak beroperasi hingga 14 Oktober 2026.
Sejumlah maskapai menghentikan atau menyesuaikan layanan, sementara sebagian pesawat dialihkan ke bandara lain.
Dampaknya berpotensi dirasakan penumpang, pelaku bisnis, dan wisatawan internasional.
Hingga Rabu (14/10/2026), perkembangan konflik antara Arab Saudi dan Houthi masih perlu dicermati.
Masyarakat yang berencana bepergian ke kawasan tersebut disarankan memantau informasi resmi dari otoritas penerbangan dan maskapai masing-masing.***






