JAKARTA, POJOKSATU.id -- Dua warga negara Indonesia (WNI) mengalami luka akibat insiden serangan Houthi Yaman di Riyadh, Arab Saudi.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengonfirmasi keduanya sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit usai sempat menjalani perawatan di sana.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, mengatakan kedua WNI tersebut masing-masing berinisial RM, 45 tahun, yang dirawat di Rumah Sakit Sulaiman Habib, Al Shahafah, Riyadh, serta ET, 32 tahun, yang mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Sulaiman Habib, Al-Takhasusi, Riyadh.
Merujuk pada laporan KBRI Riyadh, keduanya telah menjalani perawatan medis dan diperbolehkan pulang pada hari yang sama.
“KBRI Riyadh telah menerima informasi resmi dari Kementerian Luar Negeri Arab Saudi pada hari Selasa 13 Oktober 2026 yang menyampaikan bahwa terdapat 2 (dua) Warga Negara Indonesia yang mengalami luka ringan pada tanggal 11 Oktober 2026,” ungkap Heni dalam pernyataan tertulis, Rabu, 14 Oktober 2026.
Heni menjelaskan, kedua korban berstatus sebagai warga yang menetap di Arab Saudi (permanent resident), bukan jamaah umrah.
Sebelumnya, Kemlu RI mengimbau sekitar 581 ribu WNI di Arab Saudi untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.
Insiden tersebut dilaporkan menewaskan 12 orang dan menyebabkan 309 lainnya mengalami luka-luka.
Kemlu mengimbau WNI di Arab Saudi menghindari lokasi rawan, khususnya kawasan Bandara Internasional King Khalid, membatasi perjalanan yang tidak mendesak, serta mematuhi arahan otoritas setempat.
WNI yang hendak bepergian dari dan menuju Arab Saudi juga diminta memastikan status penerbangan kepada maskapai masing-masing dan mengikuti informasi resmi dari otoritas setempat maupun KBRI Riyadh.***







