POJOKSATU.id - Ruben Onsu akhirnya menyampaikan pernyataan mengenai kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana yang menyeret namanya. 

Melalui pernyataan tertulis yang diunggah di media sosial pada Sabtu, 22 Agustus 2026, Ruben meminta maaf atas kegaduhan yang muncul sekaligus menyatakan keinginannya menyelesaikan persoalan tersebut dengan cara kekeluargaan.

Ruben mengatakan dirinya tidak tinggal diam menghadapi persoalan yang berkembang. 

Dia mengaku sempat berusaha membuka ruang mediasi melalui seorang teman yang menjadi penghubung, meski upaya tersebut belum menghasilkan kesepakatan.

"Sehubungan dengan pemberitaan yang beredar belakangan ini, saya memohon maaf atas situasi yang ada. Selama proses ini berjalan, saya juga sudah berupaya melakukan tabayun melalui teman kami, namun memang belum menemukan titik temu," tulis Ruben.

Baca Juga: Ramayana Siap Tayang di Indonesia, Film India Termahal dengan Budget hingga Rp3,9 Triliun

Masih Berusaha Kumpulkan Bukti

Di tengah proses klarifikasi, Ruben menghadapi kendala dalam mengumpulkan dokumen dan data yang dibutuhkan.

Menurut pengakuannya, sejumlah mantan karyawan yang sebelumnya terlibat dalam urusan tersebut sudah tidak lagi bekerja dengannya. 

Kondisi itu membuat komunikasi dan pencarian sejumlah data menjadi lebih sulit.

Meski begitu, Ruben memastikan dirinya tetap berusaha mendapatkan bukti yang diperlukan untuk menjelaskan duduk perkara berdasarkan data yang dimilikinya.

"Ini bukan bermaksud untuk membenarkan diri," sambungnya.

Baca Juga: Latihan Soal OSN 2026 SMA Final Bidang Ekonomi, Simak 20 Soal HOTS dan Pembahasan untuk Uji Kemampuan Peserta

"Selama proses ini berjalan, saya juga sedang menyelesaikan permasalahan lain dengan kembali mencari data dan bukti-bukti untuk meluruskan pemberitaan yang menurut saya sudah jauh dari apa yang sebenarnya terjadi," tuturnya.

Ruben juga mengatakan persoalan tersebut menjadi pengalaman yang berharga baginya. 

Ia menegaskan akan tetap bertanggung jawab dan berusaha mencari jalan keluar terbaik.

Berawal dari Pinjaman

Di sisi lain, kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, sebelumnya memberikan penjelasan mengenai awal mula hubungan antara Ruben dan pihak yang memberikan dana.

Menurut cerita yang disampaikan Ruben kepadanya, persoalan tersebut pada awalnya bukan berkaitan dengan investasi, melainkan pinjaman.

Baca Juga: Tiba di Kalbar, Prabowo Langsung Bahas Karhutla dan Rencana Operasi Modifikasi Cuaca

Minola menjelaskan, hubungan antara Ruben dan pihak pemberi dana bermula dari transaksi pinjaman. 

Setelah berjalan beberapa waktu, muncul gagasan untuk mengubah hubungan tersebut menjadi sebuah kerja sama.

Namun, rencana kerja sama itu kemudian tidak diteruskan atas keinginan pihak yang sebelumnya memberikan pinjaman.

Dengan kondisi tersebut, menurut Minola, kewajiban yang tersisa adalah pembayaran pinjaman.

Meski demikian, Minola mengaku belum mengetahui secara rinci bagaimana persoalan tersebut kemudian berkembang hingga masuk ke ranah hukum dan muncul tuduhan investasi, penipuan, serta penggelapan.

Baca Juga: Latihan Soal OSN Final Biologi SMA 2026, Hadapi 10 Soal Ini untuk Menguji Kemampuan Analisis

Ruben sendiri disebut tidak ingin memperpanjang perdebatan mengenai siapa yang benar atau salah. 

Ia memilih berupaya menyelesaikan persoalan yang tengah dihadapinya.

Ruben Minta Isu Tidak Dimanfaatkan

Dalam pernyataannya, Ruben juga berharap persoalan yang sedang bergulir tidak dimanfaatkan untuk kepentingan lain.

"Semoga pemberitaan yang ada tidak dimanfaatkan untuk menutupi atau mengalihkan perhatian dari isu-isu nasional yang lebih membutuhkan kepedulian kita bersama," tulisnya.

Ia kemudian menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang tetap memberikan dukungan selama proses tersebut berlangsung.

"Terima kasih kepada semua pihak yang terus memberikan semangat dan dukungan," tutupnya.

Baca Juga: Uang Palsu Kualitas Grade A Sebanyak Rp36 Miliar Disita dari Taman Tekno BSD Tangsel

Pernyataan Ruben disampaikan beberapa hari setelah penyidik Polres Jakarta Selatan menetapkannya sebagai tersangka dalam perkara dugaan penipuan dan penggelapan dana senilai Rp3,5 miliar.

Di tengah proses hukum tersebut, upaya mengumpulkan dokumen dan bukti menjadi bagian yang sedang dilakukan Ruben untuk memberikan penjelasan mengenai versi peristiwa yang menurutnya sebenarnya terjadi.

Kasus yang menyeret nama Ruben Onsu kini masih bergulir. 

Di tengah sorotan publik, langkah untuk membuka data, memperjelas duduk perkara, dan menyelesaikannya melalui proses yang semestinya tentu menjadi hal penting. 

Kebenaran membutuhkan ruang untuk dibuktikan, sementara setiap pihak tetap memiliki kesempatan menyampaikan keterangannya sesuai fakta dan proses hukum yang berjalan. ***