JAKARTA, POJOKSATU.id - Persaingan memperebutkan 331 formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Sekolah Rakyat 2026 untuk jabatan fungsional Guru Agama dan Budi Pekerti berlangsung melalui sejumlah tahapan seleksi.

Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos) menerapkan mekanisme penilaian yang menggabungkan hasil Seleksi Kompetensi menggunakan Computer Assisted Test (CAT) BKN dan Seleksi Kompetensi Tambahan (SKT).

Rekrutmen ini mendukung pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem melalui sektor pendidikan, sebagaimana diarahkan dalam Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025.

Peserta perlu memahami mekanisme kelulusan sejak awal.

Selain nilai ujian, terdapat ketentuan mengenai batas peserta yang dapat mengikuti SKT, kelompok prioritas, hingga delapan indikator penentu apabila nilai akhir pelamar sama.

Kuota Peserta yang Lolos ke Seleksi Kompetensi Tambahan

Tahap Seleksi Kompetensi menggunakan CAT BKN menjadi penentu peserta yang berhak melanjutkan proses seleksi.

Jumlah pelamar yang dapat mengikuti SKT dibatasi paling banyak dua kali jumlah kebutuhan formasi pada masing-masing jabatan.

Artinya, batas peserta yang lolos ke tahap lanjutan ditentukan berdasarkan jumlah formasi yang tersedia, bukan semata-mata berdasarkan nilai minimum tertentu.

Apabila terdapat pelamar dengan nilai total Seleksi Kompetensi yang sama pada batas peringkat terbawah, penentuan urutannya dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah komponen nilai berikut:

- Nilai total Seleksi Kompetensi CAT BKN tertinggi.

- Nilai Kompetensi Teknis tertinggi.

- Nilai Kompetensi Manajerial tertinggi.

- Nilai Kompetensi Sosial Kultural tertinggi.

- Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi.

Jika seluruh komponen tersebut tetap menghasilkan nilai yang sama, semua pelamar yang berada pada posisi peringkat tersebut dapat mengikuti SKT.

Kelompok Prioritas dalam Kelulusan Akhir

Penentuan kelulusan akhir PPPK Guru Agama dan Budi Pekerti Sekolah Rakyat juga memperhatikan kelompok prioritas pelamar sesuai ketentuan seleksi.

Kelompok prioritas pertama mencakup:

- Guru Agama dan Budi Pekerti yang aktif mengajar di Sekolah Rakyat. Pelamar harus melampirkan surat keterangan dari kepala Sekolah Rakyat serta surat penugasan resmi dari Kementerian Agama (Kemenag).

- Guru Agama dan Budi Pekerti yang memiliki Sertifikat Pendidik (Serdik). Pelamar dalam kelompok ini harus memiliki profil yang tercatat aktif dalam pangkalan data Kemenag.

Peserta perlu memastikan dokumen pendukung sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan panitia.

Status sebagai guru aktif maupun kepemilikan sertifikat pendidik harus dapat dibuktikan melalui dokumen resmi.

Delapan Indikator Penentu Jika Nilai Akhir Sama

Bagaimana jika dua atau lebih pelamar memperoleh nilai akhir yang sama setelah hasil CAT BKN dan SKT digabungkan?

Dalam kondisi tersebut, penentuan peringkat dilakukan secara berurutan menggunakan delapan indikator berikut:

1. Nilai total Seleksi Kompetensi CAT BKN tertinggi.

2. Nilai Kompetensi Teknis tertinggi.

3. Nilai Kompetensi Manajerial tertinggi.

4. Nilai Kompetensi Sosial Kultural tertinggi.

5. Nilai psikotes dalam Seleksi Kompetensi Tambahan tertinggi.

6. Nilai tes wawancara dalam Seleksi Kompetensi Tambahan tertinggi.

7. IPK perguruan tinggi tertinggi.

8. Usia pelamar tertua berdasarkan tanggal lahir yang dihitung pada saat pendaftaran.

Urutan tersebut penting diperhatikan karena penilaian tidak langsung beralih ke IPK atau usia ketika nilai akhir sama.

Panitia terlebih dahulu membandingkan nilai total CAT BKN, kemudian nilai teknis, manajerial, dan sosial kultural.

Jika masih sama, perbandingan dilanjutkan dengan hasil psikotes, wawancara, IPK, dan terakhir usia pelamar.

Formasi Kosong Bisa Diisi Peserta dari Lokasi Lain

Kekosongan formasi di suatu lokasi Sekolah Rakyat tidak selalu berarti kuota tersebut dibiarkan tidak terisi.

Apabila tidak ada pelamar yang dinyatakan lulus untuk formasi di lokasi tertentu, kebutuhan tersebut dapat diisi oleh peserta dengan peringkat terbaik dari lokasi Sekolah Rakyat lainnya.

Namun, pengisian tersebut memiliki batasan. Peserta harus melamar jabatan yang sama dan berasal dari lokasi yang masih berada dalam provinsi yang sama.

Dengan demikian, peluang pengisian formasi kosong tetap bergantung pada kesesuaian jabatan, peringkat peserta, serta ketentuan wilayah yang berlaku.

Dokumen Buram Bisa Menggugurkan Pelamar

Selain mempersiapkan diri menghadapi ujian, peserta harus memastikan seluruh dokumen persyaratan diunggah dengan benar.

Panitia tidak menoleransi dokumen yang buram atau tidak terbaca. Kesalahan unggah berkas yang mengakibatkan pelamar dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) menjadi tanggung jawab masing-masing peserta.

Peserta juga perlu memperhatikan keaslian dokumen.

Apabila kemudian ditemukan dokumen palsu, manipulasi, atau keterangan yang tidak benar, Kemensos berwenang membatalkan kelulusan hingga memberhentikan pelamar dari status ASN sesuai ketentuan yang berlaku.

Seluruh proses seleksi PPPK Guru Agama dan Budi Pekerti Sekolah Rakyat 2026 diselenggarakan secara gratis.

Peserta tidak perlu membayar pihak mana pun untuk mengikuti seleksi ataupun memperoleh jaminan kelulusan.

Informasi resmi mengenai tahapan, persyaratan, dan pengumuman seleksi perlu dipantau secara berkala melalui situs Kementerian Sosial dan portal SSCASN BKN.

Memahami urutan penilaian, mempersiapkan dokumen dengan cermat, dan mengikuti pengumuman resmi menjadi langkah penting bagi pelamar untuk menghadapi seleksi PPPK Guru Agama Sekolah Rakyat 2026.